Atasi Kekerdilan, Kementan Luncurkan Varietas Padi dengan Zinc Tinggi

Ekonomi | DiLihat : 67 | Rabu, 10 Oktober 2018 | 10:17
Atasi Kekerdilan, Kementan Luncurkan Varietas Padi dengan Zinc Tinggi

Padi merupakan makanan pokok penduduk Indonesia, tapi pada umumnya varietas padi yang ada di negeri ini memiliki kandungan Zinc (Zn) yang rendah. Untuk mengatasi kekurangan gizi besi di Indonesia, Kementerian Pertanian ( Kementan) melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) berinisiatif meluncurkan varietas baru kaya kandungan Zn.

Permasalahan kekurangan gizi besi memang merupakan permasalahan serius bagi dunia dan Indonesia. Sekitar 30 persen penduduk dunia termasuk Indonesia, terutama anak-anak, berisiko menderita kekurangan gizi Zn. Selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktivitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting yang prevalensinya cukup besar dan merata di Indonesia.

"Dalam upaya meningkatkan nilai gizi sekaligus untuk mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat kami akan melakukan langkah melaui biofortifikasi, yaitu perakitan varietas padi dengan kandungan Zn tinggi," kata Kepala BB Padi Priatna Sasmita dalam rilis yang Kompas.com terima, Selasa (10/9/2018). Priatna menyatakan, hal tersebut telah dirintis antara lain di IRRI sejak tahun 2000-an, dan telah menghasilkan galur-galur, seperti IRRI (International Rice Research Institute), dan Harvest Plust Project (kolaborasi CIAT dan IFPRI).

Material pemuliaan tersebut pun telah diuji di negara-negara kolaborator penelitian, antara lain Philippines, Bangladesh, dan Indonesia. Pengujian materi pemuliaan padi Zn tinggi dari IRRI mulai diuji di Indonesia pada  2009 dan diintensifkan mulai tahun 2013. Pemurnian dan seleksi materi-materi pemuliaan tersebut telah menghasilkan galur-galur harapan yang mulai diuji multi lokasi pada tahun 2016, "Pada medio 2016-2017, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian melakukan uji multi lokasi galur-galur dengan kandungan Zn tinggi di beberapa provinsi di pulau jawa, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat," jelas Priatna. Galur-galur yang dimaksud antara lain, IR97477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 (Inpari 46 Nutri Zinc), IR99680-3-CRB-0-SKI-1-SKI-2-5 (Inpari 47 Nutri Zinc), dan IR99270-34-2-1 (Inpari 48 Nutri Zinc).

Setelah melalui beberapa metode pengujian mulai dari uji multi lokasi, pengujian ketahanan hama penyakit, pengukuran Zn, evaluasi karakter mutu gabah, dan fisiko kimia beras, tiga galur tersebut memiliki kandungan Zn tinggi. Dari 3 galur yang diusulkan, galur Inpari 46 Nutri Zinc dinyatakan lulus untuk dilepas sebagai varietas unggul oleh tim penilai pelepas varietas tanaman pangan. Tim itu menyatakan lulus setelah melalui sidang pelepasan varietas di Bogor pada 3 Oktober 2018. Tim ini sendiri ada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan  Varietas Inpari 46 Nutri Zinc memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,5i ppm. Pelepasan galur-galur sebagai varietas baru, diharapkan akan mampu meningkatkan nilai gizi masyarakat Indonesia pada umumnya.

Tak hanya meningkatkan gizi, Inpari 46 Nutri Zinc secara khusus diharapkan mampu mengatasi kondisi gizi Zn buruk di beberapa tempat yang ditandai dengan prevalensi kekerdilan (stunting) tinggi. "Galur-galur yang diusulkan tersebut memiliki kandungan Zn dalam beras paling tinggi di antara galur yang diuji, sehingga sangat prospektif untuk dilepas sebagai varietas padi unggul baru dengan keunggulan kandungan Zn tinggi, produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak dan pulen," ungkap Priatna. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa langkah itu sangat strategis karena padi merupakan sumber makanan pokok penduduk Indonesia. Ratna pun berhadap Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) bisa melakukan perakitan varietas yang memiliki kandungan gizi target, antara lain Zn yang tinggi sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan.

“Mudah-mudahan setelah SK pelesapasan varietas tersebut terbit, benihnya dapat segera diperbanyak agar bisa segera dikembangkan untuk dimanfaatkan petani. Ke depan, varietas ini akan menunjang upaya menjaga ketahanan gizi masyarakat dan ketahanan pangan nasional," terang Priatna. Dengan lulusnya varietas Inpari 46 Nutri Zinc tersebut, diharapkan bisa memberikan alternatif bahan tanaman bermutu kepada petani di lahan sawah irigasi. Bermutu karena varietas ini mengandung gizi Zn tinggi, rasa nasi disukai, relatif tahan terhadap hama/penyakit utama, dan daya hasil relatif tinggi.

kompas


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau