Kacang Hijau Lokal Sulit Berkompetisi Dengan Myanmar

Ekonomi | DiLihat : 194 | Selasa, 09 Oktober 2018 | 10:12
Kacang Hijau Lokal Sulit Berkompetisi Dengan Myanmar

JAKARTA — Kalangan pengusaha eksportir kacang hijau mengaku kesulitan menyerap produksi dalam negeri karena harganya yang lumayan tinggi sehingga di pasar global sulit bersaing dengan produk Myanmar.

Direktur PT. Agro Tani Sukses Sejahtera, Purwani mengungkapkan harga kacang hijau di beberapa daerah berbeda-beda. Namun rata-rata berkisar di rentang harga antara Rp12.000 per kg—Rp13.000 per kg. Bahkan menurutnya, harga tersebut melampaui komoditas pangan utama yakni padi, jagung dan kedelai.

Purwani mengatakan pengekspor asal Indonesia kesulitan menjual produk tersebut ke luar negeri karena dari sisi harga mahal dan dari segi kualitas pun tidak lebih baik dari hasil produksi Myanmar, sebagai kompetitor utama.

"Sekarang kulakan [dagangan] tidak bisa buat ekspor. Modal kami US$890 per ton sampai dengan US$900 per ton," katanya kepada Bisnis pada Senin (8/10). Sementara eksportir Myanmar dapat menjual dengan harga separuhnya yakni US$400 per ton sampai dengan US$500 ton.

Purwani mengatakan pihaknya terbiasa mengirim kacang hijau ke Filipina tapi sekarang sulit karena produksi kacang hijau milik Myanmar lebih baik secara ukuran. "Kacang hijau biasanya ekspor lumayan. Tahun ini merosot karena kacangnya lebih kecil dari Myanmar," katanya.

Pada rentang waktu 2015—2017 volume satu kacang hijau sekitar 4,0 mm sedangkan setahun terakhir menjadi 3,0 mm—3,5 mm.

Purwani mengatakan akan lebih baik bagi regulator memperhatikan komoditas yang bisa dikembangkan dan diekspor, daripada memaksakan untuk bisa menswasembadakan komoditas yang sulit seperti bawang putih atau kedelai.

"Ekspor [kacang hijau tahun ini] merosot 50%. Lebih baik [mendorong] tanam kacang hijau yang masih bisa diekspor," katanya.

Menurutnya, sampai dengan saat ini sebenarnya Indonesia masih berpeluang untuk bisa mengekspor kacang hijau dan bersaing dengan Myanmar. Tapi dengan catatan, harga harus bersaing dengan Myanmar. "Kalau harga terlalu tinggi [peluang untuk ekspor] susah," pungkasnya.

bisnis


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau