Cuit...cuit...cuan nyaring dari kicauan cucak rowo

Peluang Usaha | DiLihat : 345 | Selasa, 09 Oktober 2018 | 10:02
Cuit...cuit...cuan nyaring dari kicauan cucak rowo

Memelihara burung cucak rowo awalnya memang hanya sekedar hobi, namun siapa sangka jika hobi tersebut memberikan penghasilan. Seperti Johan Maulana asal Medan yang membudidayakan burung kicau, termasuk cucak rowo sejak delapan  tahun lalu.

Johan bilang, selain murai batu, masih banyak orang mencari cucak rowo. "Harganya juga relatif stabil dan masih tinggi, tidak mudah jatuh," kata Johan.

Ia menjelaskan, ada beberapa jenis burung cucak rowo yang sering dibudidayakan, yakni cucak rowo papua, cucak rowo sumatra, cucak rowo gacor dan cucak rowo bakalan.

Johan sendiri membudidayakan cucak rowo sumatra. Harganya beragam, mulai Rp 1,5 juta-Rp 6 juta per ekor. Ia mengatakan, harga cucak rowo tergantung umur, ukuran dan pengalamannya. Harga Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta merupakan harga jual untuk anakan cucak rowo.

"Kalau burung cucak rowo ini pernah ikut lomba, harganya bisa makin tinggi. Apalagi kalau sudah pernah beberapa kali menang, makin tinggi lagi harganya," ujar Johan. Harga cucak rowo yang sudah berpengalaman lomba dan menang bisa dibanderol Rp 25 juta-Rp 50 juta per ekor.

Pembeli cucak rowo sumatra milik Johan juga tersebar di beberapa kota seperti Medan, Pekanbaru, Lampung, Padang, Surabaya, Jakarta, Malang, dan Sulawesi. "Pembeli sih tidak tentu, tapi pasti ada saja dalam sebulan. Rata-rata, saya bisa jual 8-12 ekor sebulan," ujarnya. Biasanya, konsumen pemula lebih sering membeli sepasang cucak rowo.

Penghasilan yang berasal dari hobi juga dirasakan oleh Saiful Rahman asal Bekasi. Ia membudidayakan cucak rowo sejak lima tahun lalu. Berbeda dengan Johan, Saiful membudidayakan cucak rowo jenis papua dan gacor. Harga yang dibanderol untuk satu ekor cucak rowo mulai Rp 850.000 sampai Rp 15 juta.

"Cucak rowo jenis papua memang termasuk jenis burung yang paling murah, dibanding jenis cucak rowo lainnya. Harga Rp 850.000 itu untuk harga anakan 2 bulanan. Kalau lebih tua, harganya pasti lebih mahal. Kalau cucak rowo gacor memang jenis yang harganya lumayan tinggi," jelas Saiful.

Ia mengungkapkan, jika penggemar cucak rowo masih banyak meski bukan termasuk burung kicau jenis baru. Terutama bagi penggemar burung kicau di daerah Jakarta, Bekasi, Bogor, dan sekitarnya. Saiful mengaku bisa menjual rata-rata 10-20 ekor saban bulan.

"Konsumen paling banyak ya sekitar Jabodetabek. Kadang saya nggak jual juga, tukeran aja sama teman yang sama-sama hobi burung. Itung-itung nambah koleksi jenis lain," tandasnya. Ia mengatakan, tukar menukar burung kerap terjadi antar sesama pembudidaya yang juga penggemar burung.  

Induk harus pilihan, kebersihan kandang mutlak dibutuhkan

Secara ilmiah, burung cucak rowo masuk dalam famili Pycnonotidae. Burung ini berukuran sedang dengan panjang tubuh dari paruh hingga ekor sekitar 28 centimeter (cm). Biasanya, cucak rowo berbulu jingga dan kuning jerami pucat pada bagian atas kepala dan penutup telinga. Bulu punggung berwarna coklat zaitun bercoret putih.

Membudidayakan cucak rowo tak berbeda jauh dengan jenis burung kicau lainnya. Johan Maulana, pembudidaya cucak rowo asal Medan mengatakan, hal pertama yang penting adalah memilih indukan. Sebaiknya peternak pemula langsung membeli sepasang indukan jantan dan betina.

"Pilih indukan yang bentuk fisiknya baik, terlihat sehat dan tidak cacat. Kalau ingin anakan yang berkuliatas, pilih indukan yang suaranya merdu juga. Karena kualitas suara cucak rowo itu biasanya turunan," jelas Johan.

Selain itu, Johan juga mengingatkan, saat membeli indukan, pastikan indukan cucak rowo tersebut memiliki panjang minimal 28 cm. Bagi peternak pemula, jangan lupa tanya riwayat indukan kepada si penjual. Pastikan bahwa indukan yang Anda beli punya riwayat yang baik dan sehat.


Bicara soal pakan, Johan mengatakan, cucak rowo biasanya gemar mengkonsumsi voer, buah-buahan seperti pisang dan pepaya. Selain itu, cucak rowo juga menyukai serangga seperti jangkrik dan cacing. Pakan biasanya diberikan dua kali dalam sehari.

"Makanan utamanya sebenernya sih voer dan buah-buahan. Kalau buah lebih mudah dicerna karena teksturnya lembut, nutrisinya juga banyak. Kalau cacing sama jangkrik bisa untuk makanan selingan," tuturnya.

Tak hanya asupan nutrisi burung cucak rowo yang perlu diperhatikan. Saiful Rahman, pembudidaya asal Bekasi mengatakan kebersihan kandang dan kondisi sekitar kandang juga perlu dijaga. Ia menjelaskan, cucak rowo merupakan jenis burung yang rentan terkena stress.

"Cucak rowo bisa stress kalau kondisi di sekitar kandangnya ramai. Jadi diusahakan kandangnya diletakkan di tempat yang tenang, biar burungnya nggak mudah stres," terangnya. Sedangkan kebersihan kandang perlu dijaga agar tidak banyak bibit penyakit yang bersarang dan menyerang cucak rowo.

Saiful bilang, air dan wadahnya dibersihkan minimal dua hari sekali, sedangkan kandang bisa dibersihkan minimal seminggu sekali. Ia mengatakan, kandang dan wadah air yang kotor bisa membuat cucak rowo mudah terkena penyakit. Burung cucak rowo juga harus rutin dimandikan, minimal tiga hari sekali.

"Meskipun sudah dijaga, ada aja penyakitnya. Biasanya penyakit rucak rowo itu pilek, bulu rontok, sisik pada kaki, dan radang mata. Kalau sudah sakit lumayan repot karena harus cari obatnya dan harga obatnya lumayan mahal," ungkap Saiful. Ia mengatakan obat untuk menyembuhkan rucak rowo beragam, bisa bentuk obat minum sampai salep.

kontan


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau