Membangkitkan kembali dunia pertanian dengan teknologi digital

Inovasi Desa | DiLihat : 130 | Kamis, 04 Oktober 2018 | 09:34
Membangkitkan kembali dunia pertanian dengan teknologi digital

 Indonesia adalah negara agraris. Begitulah kalimat yang sering kita dengar sejak kecil. Disebut sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.

Hal itu terkait dengan sumber daya alam di Indonesia yang melimpah dengan tanahnya yang subur. Namun, bagaimanakah perkembangan dunia pertanian hari ini? Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian mencapai 37,77 juta jiwa. Namun, saat ini petani-petani di Indonesia didominasi oleh penduduk usia 45 tahun, yakni sebanyak 61%. Data ini semakin menunjukkan bahwa masih belum banyak generasi muda yang tertarik untuk terjun ke dunia pertanian. Sementara itu, sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting. Ia adalah sektor yang memenuhi kebutuhan makan kita sehari-hari.

Di samping permasalahan minat generasi muda dalam sektor ini yang masih rendah, pertanian juga menyimpan permasalahan lain yang sejak dulu muncul seperti modal. Banyak petani di desa masih sulit mengakses permodalan lantaran prosedur yang sulit hingga tingkat kepercayaan bank sendiri pada sektor ini yang masih belum tinggi. Permasalahan lain yang kerap membuat petani kurang sejahtera yaitu rantai permasalahan yang cukup penjang dari petani, tengkulak, pasar, hingga ke konsumen.

Para petani seringkali tidak mendapatkan hasil yang optimal ketika harga naik, namun yang paling merasakan pukulannya saat harga anjlok di pasaran. Dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini, muncul inovasi-inovasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda untuk membantu meningkatkan derajat hidup para petani. Seperti yang dilakukan oleh Yohannes Sugihtononugroho dengan startup P2P Lendingnya. Ia membantu memberi akses pemodalan bagi petani dengan mengajak orang untuk patungan (crowdfunding) dalam proyek-proyek pertanian.

Upayanya tersebut, telah membantu banyak petani yang sebelumnya kesulitan untuk mendapatkan modal usaha. Adapula, startup lain seperti Sayurbox dan Kecipir.com yang membantu memotong rantai pemasaran produk pertanian sehingga bisa meningkatkan omset petani dan menyediakan produk pertanian yang berkualitas tinggi bagi konsumen. 

elshinta


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau