Hasil Pertanian Melimpah, 1.000 Ingkung Ayam Diarak Keliling Desa

Kabar Desa | DiLihat : 308 | Senin, 24 September 2018 | 09:59
Hasil Pertanian Melimpah, 1.000 Ingkung Ayam Diarak Keliling Desa

Grobogan - Ribuan warga Desa Kendengsidialit, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menggelar kirab 1.000 ingkung ayam di kampung halamannya, Kamis (20/9/2018).

Tradisi budaya tahunan ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas nikmat Sang Khalik atas hasil panen yang melimpah ruah. Sebelumnya, ribuan warga mengarak 1.000 ingkung ayam itu berkeliling desa. Kuliner ingkung ayam itu adalah swadaya warga yang dimasak oleh ibu-ibu Desa Kendengsidialit.

Dalam kirab 1.000 ingkung ayam itu warga desa yang mayoritas merupakan petani juga mengarak orang-orangan sawah yang terbuat dari jerami dan juga replika kerbau. Barisan kirab pun berpakaian selayaknya prajurit kerajaan jawa dengan diiringi musik rebana. Dan puncaknya, rombongan warga mengular menuju area persawahan.

Arak-arakan ingkung dimulai dari Balai Desa menuju area persawahan menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer. Kepala Desa Kendengsidialit, Kahono Wibowo mengatakan, kirab 1.000 ingkung ayam ini merupakan bentuk syukur masyarakat desa atas hasil pertanian yang meningkat hingga 50 persen dalam setahun terakhir. Meski kemarau, sungai yang ada di desa tersebut tidak surut dan mampu mengairi 107 hektar lahan pertanian.

"Hasil panen terus meningkat hingga 50 persen. Ini bentuk syukur kami kepada Allah dan tradisi ini turun temurun sejak ratusan tahun silam," kata Kahono. Dalam kirab kali ini, menurut Kahono, juga sebagai perwujudan kerukunan hidup antar-sesama. Berkumpulnya warga desa diharapkan mampu memupuk rasa persatuan. Kirab 1.000 ingkung merupakan rangkaian kegiatan Gelar Budaya Desa Kendengsidialit. Beberapa acara lain diantaranya pentas seni, napak tilas makam leluhur, kirab sembilan gunungan dan pagelaran wayang kulit lima dalang lima panggung dalam satu cerita. 

Selama ini kegiatan syukuran pertanian sudah dilakukan oleh petani setempat. Namun, belum dikemas secara maksimal. "Gelar Budaya ini berlangsung sejak tanggal 13 hingga 27 September," kata Kahono. Tradisi ini berlangsung meriah karena dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam kegiatan ini pun dimanfaatkan oleh orang nomor satu di Jawa Tengah untuk berbaur dengan warga.

"Saya dapat undangan dari masyarakat. Ternyata pertanian di sini luar biasa. Ini patut disyukuri. Pertanian di sini joss, bisa tiga kali masa tanam dalam setahun," kata Ganjar. Sukamto (50),  warga Desa Kendengsidialit mengaku senang dengan adanya kirab 1.000 ingkung kali ini. Hasil pertanian yang meningkat sudah sepatutnya disyukuri oleh masyarakat sebagai pengingat hubungan manusia dengan Sang Pencipta. "Syukuran pertanian kali ini terhitung lebih semarak dengan kehadiran bapak Gubernur," katanya.

kompas


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau