'Barapan Kebo' Hipnotis Pengunjung Festival Pesona Moyo

Potensi Desa | DiLihat : 155 | Senin, 17 September 2018 | 09:53


Sumbawa -- 'Barapan Kebo' menyemarakkan Festival Pesona Moyo 2018 yang dibuka pada Sabtu (15/9) di Sumbawa, NTB. Lomba adu cepat kerbau itu tampak diminati para pengunjung di Lintasan Pacu Sumir Payung, Desa Karang Dima. 

Festival Pesona Moyo 2018 dibuka oleh Wakil Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, sebelum Barapan Kebo berlangsung. Pengunjung sendiri seolah tidak terganggu dengan panas yang menyengat untuk menyaksikan acara tersebut.

Saat joki dan para kerbaunya beraksi, tepuk tangan penonton seketika bergemuruh. Suasana makin pecah ketika sang joki mampu mencapai garis akhir dan menyentuh saka. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan festival ini mampu menghadirkan keseruan yang luar biasa. "Ini baru keren, beken, paten. Festival ini memang layak masuk menjadi bagian dari 100 Wonderful Events 2018. Sajiannya unik dan berkelas," ujarnya.

Dia menuturkan Barapan Kebo itu juga menunjukkan budaya yang terus dilestarikan dan menjadi atraksi wisata menarik bagi wisatawan.

Atraksi ini juga mampu menarik perhatian puluhan pelayar kapal pesiar (yachter) peserta Sail Moyo Tambora. Bahkan, mereka tak segan-segan masuk sawah demi sebuah momen di Barapan Kebo. Sejumlah yachter bahkan ikut mencoba menjadi joki. 

"Sungguh luar biasa. Momen yang tak bisa dilupakan. Seru, adrenalin terpompa. Sangat menyenangkan. Saya ingin mencobanya lagi," ujar Max seorang yachter asal Australia yang menjadi joki.Max menilai Barapan Kebo adalah tradisi yang unik sehingga dirinya terpacu untuk mempromosikan Sumbawa sehingga wisatawan mancanegara lainnya dapat turut merasakan sensasinya.

"Pasti saya akan ceritakan. Biar semua tahu jika Sumbawa itu keren. Tradisinya unik. Pokoknya turis itu wajib datang dan menikmati Sumbawa," katanya.

Pengalaman Berbeda

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang kebudayaan Taufik Razen menilai, Festival Pesona Moyo sangat tepat masuk ke 100 Wonderful Event Kemenpar tahun 2018. Pasalnya sajiannya sangat berkelas. 

"Festival ini mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Interaksi langsung dengan wisatawan yang datang tentunya membuat festival ini semakin berkelas. Kemasan ini yang jarang disuguhkan di festival pariwisata lainnya," ujarnya.

Taufik menambahkan interaksi yang ada bukan sekadar memberikan hiburan bagi wisatawan, tetapi juga sebagai media promosi yang efektif. Dia menuturkan para turis bakal menceritakan acara itu saat kembali ke negaranya, dan mengunggahnya  di media sosial. (asa)

cnnindonesia


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau