Mentan Amran: Tak ada alasan pedagang naikkan harga beras meski musim kemarau

Ekonomi | DiLihat : 165 | Jumat, 14 September 2018 | 14:30
Mentan Amran: Tak ada alasan pedagang naikkan harga beras meski musim kemarau

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan tidak ada alasan harga beras naik di pasaran meski di tengah musim kemarau. Hal itu dia pastikan usai melakukan sidak di Pasar Raya Induk Kramat Jati, Jakarta Timur dengan didampingi oleh Direktur Utama Bulog, Budi Waseso."Kami ingin memastikan kondisi beras di hilir yaitu di pasar," kata Mentan Amran, di lokasi, Jumat (14/9).

Dia mengungkapkan, selama ini ada informasi simpang siur mengenai kondisi stok pasar. "Banyak informasi yang simpang siur. Yang pertama, kami harus yakinkan hari ini lagi bahwa produksi di musim kering itu tetap berjalan dengan baik," ujarnya.

Amran mengakui, paradigma yang terbangun selama ini jika musim kering atau musim kemarau tidak ada produksi karena petani tidak menanam padi.

"Tanaman kurang itu dulu, sekarang ada paradigma baru dengan menggunakan teknologi baru kita meningkatkan tanam di musim kering yang biasanya 500 ribu hektar menjadi 1 juta hektar, naik dua kali lipat pada saat musim kering. Saya ulangi, tanaman naik dua kali lipat pada musim kering, karena itu target kita," ujarnya.

Hal itu dapat terwujud karena adanya inovasi baru berupa pembangunan embung yang difungsikan untuk mengairi sawah pada musim kemarau. "Cara menaikkannya adalah kita membangun embung bersama kementerian desa 30 ribu embung. Kita membangun irigasi tersier, sekunder, primer bersama kementerian PUPR yang sudah berjalan 3 tahun lebih. Kita membangun irigasi tersier kurang lebih 3,4 juta hektar di seluruh Indonesia sudah selesai. Kita membangun sumur dangkal sumur dalam, kita mengirim pompa, sehingga hasilnya adalah bisa kita tanam di musim kemarau."

Oleh sebab itu Mentan Amran menegaskan pada kemarau kali ini produksi beras tetap berlimpah dan tidak akan membuat kondisi harga di pasaran melonjak.

"Kata kuncinya adalah kita tetap produksi di musim kemarau. Kami mengecek faktanya di lapangan, di pasar suplainya masih aman. Dulu Cipinang kami terima laporan kami cek sebentar itu kemarin masuk 47 ribu ton yang biasanya Januari-Februari itu 15 sampai 20 ribu ton. Artinya apa? itu dua kali lipat dari pada normal."

Selain itu, berdasarkan hasil pantauan Mentan Amran mengungkapkan harga jual beras di tingkat pedagang masih wajar.

"Kemudian harga terendah yang kami cek harga kita lihat bersama tadi itu ada Rp 8.250 per Kg. Kesimpulannya adalah tidak ada alasan harga naik khususnya beras karena kenapa? dulu alasan harga naik karena kemarau, karena stoknya kurang, sekarang gudangnya full sudah sewa full betul dan sudah sewa gudang untuk 500 ribu ton. Artinya stok gudang juga melimpah."

"Jadi tidak ada alasan, seluruh parameter yang untuk naik harga itu tidak ada, semua terpenuhi," sambungnya.

Dia juga meminta seluruh pedagang beras di seluruh Indonesia untuk tidak memainkan harga untuk pembeli. "Sekali lagi kami katakan tolong saudaraku sahabatku semua pengusaha beras se Indonesia tolong jangan ada menaikkan harga, tolong jual lah ambil untung iya, target kita bagaimana petaninya juga sejahtera sekarang ini kesejahteraan petani kita perhatikan. Pengusahanya untung, juga konsumennya tersenyum dan senang." [idr]

merdeka


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau