Begini Cara Inspiratif Pemuda Mojokerto Manfaatkan Sungai Kotor

Inovasi Desa | DiLihat : 184 | Jumat, 14 September 2018 | 09:54
Begini Cara Inspiratif Pemuda Mojokerto Manfaatkan Sungai Kotor

MOJOKERTO - Warga Dusun Unggahan, Desa Banjar Agung Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto RT 04 RW 07 mulai memanfaatkan sungai untuk budidaya ikan sejak Juni 2018.

Samsul Arifin wakil Komunitas GPS mengatakan, ide tersebut muncul secara spontan. Saat ini ide tersebut mulai menginspirasi warga Dusun lain.

"Warga tak ingin melihat sungai yang berada di depan rumahnya kotor. Warga dari dusun lain sekarang juga memakai metode ini," kata Samsul, Sabtu (8/9).

Samsul mengatakan, ikan tersebut dibeli dari hasil iuran warga dan pemuda. Setiap bulan warga wajib membayar iuran mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 100.000.

"Kami sebenarnya tak mematok uang iuran. Berapa pun kami terima. Tetap untuk pemuda biasanya Rp 20.000 sampai 100.000," ucapnya. 

Awalnya ia tak menyangka, antusias warga cukup besar. Mereka benar-benar ingin mengubah citra kumuh, lantaran sungainya dipenuhi sampah. Para pemuda langsung mendapatkan dana Rp 2.500.000.

"Dari hasil itu kami belikan ikan dan bibit ikan. Kami membelinya di Pare, Kediri, karena di sana pusatnya jual beli bibit ikan. Selain itu kami juga membeli perlengkapan seperti jaring dan makanan," katanya.

Anggota pemuda GPS, Nur Wachid menambahkan, keinginan warga menjaga kebersihan sungai dengan cara budidaya ikan tak mudah dicapai.

Mereka harus bersusah payah merawat bibit ikan. Sebab, di dalam sungai masih banyak endapan sampah.

"Kami harus rutin merawat. Setiap hari kami secara bergantian memberikan makanan dan  membersihkan sungai. Karena endapan sampah masih banyak. Pertumbuhan ikan pun belum normal. Rata-rata berat badan ikan dewas hanya 6 ons," paparnya.

surya