Ritual Sakral Pembacaan Babad Cirebon, Pemikat Wisatawan ke Jawa Barat

Potensi Desa | DiLihat : 68 | Kamis, 13 September 2018 | 12:41
Ritual Sakral Pembacaan Babad Cirebon, Pemikat Wisatawan ke Jawa Barat

RITUAL pembacaan Babad Cirebon yang dilaksanakan pada Rabu (12/9/2018) malam, menjadi salah satu daya tarik, khususnya bagi para wisatawan yang ikut menikmati serangkaian acara perayaan hari jadi Kota Cirebon, Jawa Barat.

Pembacaan Babad Cirebon berlangsung di Bangsal Witana, kompleks Kanoman Cirebon, Kota Cirebon, Jawa Barat. Ritual ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan pada tanggal 1 Muharam disetiap tahunnya.Pangeran Mohammad Qodiran, selaku Patih Keraton Kanoman mengatakan, pihaknya segaja melaksanakan ritual pembacaan Babad Cirebon di Bangsal Witana. Alasannya karena, tempat itu adalah bangunan pertama yang berdiri di Cirebon.

"Witana ini berasal dari awit ana , atau berarti bangunan pertama ada. Tujuannya supaya mengingatkan kita tentang sejarah perkembangan Cirebon sejak awal berdiri," kata Qodiran, Rabu (12/9/2018).Acara ritual pembacan Babad Cirebon ini juga dihadiri oleh Uu Ruzhanul Ulum, selaku Wakil Gubernur Jawa Barat. Ritual pembacaan Babad Cirebon termasuk salah satu rangkaian acara memperingati hari jadi Kota Cirebon Ke-649 tahun.

Qodiran menjelaskan, para tamu undangan, baik masyarakat atau pejabat, yang hadir dalam ritual ini sengaja tidak disediakan kursi. "Konsep lesehan ini, memiliki makna bahwa pejabat dan rakyat itu sama. Pejabat dan rakyat harus duduk bersama," ungkapnya.

Uu Ruzhanul Ulum, menilai ritual pembacaan Babad Cirebon memiliki potensi untuk meningkat kunjungan wisatawan di Cirebon. Ia sendiri menyebut aktivitas tersebut, sebagai ritual sakral tentang kilas balik perjalanan sejarah berdirinya Cirebon. Serta memiliki daya tarik tersendiri.

"Cirebon ini dikenal dengan agama Islam yang sangat kuat. Cirebon sendiri merupakan tempat penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Maka tidak heran banyak pesantren di Cirebon," kata Uu, Rabu (12/9/2018).Ia juga menambahkan, ritual pembacaan Babad Cirebon ini harus menjadi sarana edukasi tentang sejarah dan budaya bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya Cirebon. Ia juga mengungkapkan telah merencanakan program pengembangan wisata religi di Jawa Barat, salah satunya Cirebon."Ritual ini bisa dijadikan daya tarik untuk wisatawan. Kemudian, pengembangan wisata religi juga harus ada, agar wisatawan meningkat. Apalagi Cirebon yang memiliki keraton, yang tidak dimiliki di kota atau kabupaten lain di Jawa Barat," kata Uu.

Dalam ritual pembacaan Babad Cirebon ini, dihadiri Sultan Kanoman Pangeran Raja Mohamad Emirudin. Sedangkan teks dibacakan Pangeran Kumisi Keraton Kanoman Cirebon, yakni Mohamad Rokhim.

Usai melaksanakan ritual tersebut, Sultan Kanoman diarak dari Keraton Kanoman menuju Astana Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, dengan menggunakan kereta singa barong.

okezone


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau