Nanas mahkota, si cantik yang diburu sebagai tanaman hias

Peluang Usaha | DiLihat : 185 | Selasa, 04 September 2018 | 12:13
Nanas mahkota, si cantik yang diburu sebagai tanaman hias

Pamor nanas mahkota belum juga pudar meski sudah menjadi buah bibir sejak dua tahun lalu. Buah nanas yang juga sering disebut nanas medusa ini memang punya tampilan yang sangat unik. Tak heran, banyak orang menanamnya sebagai tanaman hias.

Berbeda dengan buah nanas lainnya, sekujur buah nanas utama ini bermunculan nanas-nanas kecil. Buah nanas kecil tersebut tumbuh lengkap dengan mahkotanya yang juga berukuran mini atau proporsional.
Karena penampilan nanas utama dan nanas-nanas kecil ini seperti mahkota buah yang bermahkota, maka nanas jenis ini disebut nanas mahkota.

Tak hanya penampilannya yang memukau, rasa buah nanas yang bernama latin Ananas Comusus ini juga punya rasa yang segar. Tak kalah dengan nanas pada umumnya. Begitu pula dengan rasa nanas yang berukuran mini.  

Rifky Budiawan, pembudidaya sekaligus pemilik Markaz Kebun asal Yogyakarta mengatalam, sampai sekarang tanaman yang banyak mengandung vitamin C ini masih banyak diburu. Dalam sebulan dia bisa menjual belasan sampai puluhan bibit. Konsumennya pun tidak hanya para penggemar tanaman tapi juga penjual tanaman ritel.

Memanfaatkan jejaring sosial, seperti Instagram sebagai tempat berjualan, membuat jangkauan pasarnya cukup luas. Tak hanya di sekitar Yogya saja, pembeli nanas mahkota juga datang dari Sumatra.    

Harga bibit nanas mahkota mulai Rp 40.000-Rp 50.000 per pot. Biasanya, bibit yang dijual berumur empat hingga lima bulan.

Untuk mengirimkan bibit ke tangan konsumen, Rifky memakai kargo pesawat. Selain lebih cepat sampai, pengiriman jenis ini bisa meminimalisir kerusakan selama perjalanan.

Selain Rifku, penjual bibit nanas mahkota lainnya adalah Muhammad Lukman Hakim. Namun, pemilik Khakim Bibit asal Magelang, Jawa Tengah menilai, sinar terang nanas mahkota mulai meredup.  

Sebab, di gerainya, peminat nanas ini mulai menurun.  Saat ini dalam sebulan permintaan tanaman tropis ini hanya sekitar lima sampai 10 bibit dari sebelumnya mencapai puluhan bibit tiap bulannya.

Meski begitu harga jual bibitnya masih tinggi yaitu Rp 75.000 per bibit dengan umur sekitar satu tahun.Pelanggannya tidak hanya dari dalam Magelang tapi juga sampai ke Jambi, Tanjung Pinang, Palembang, Jakarta, dan kota-kota lainnya.

Agar tanaman tidak stress saat pengiriman, Lukman memberi vitamin B1. Ia memakai pengiriman kargo udara. Sekedar info, saat ini dia memiliki sekitar 100 bibit nanas mahkota yang dibudidayakannya di lahannya. 

Tanaman nanas mahkota tak suka gerojakan air

Selain rasa buah yang segar, nanas mahkota atau yang juga disebut nanas medusa memang cantik menghias halaman rumah. Warnanya yang kuning keemasan, serta bentuknya yang unik dengan nanas-nanas mini sebagai mahkota, membuat mata betah memandangnya.  

Apalagi, tanaman dengan nama latin ananas comucus  ini cukup tanah penyakit dan hama. Namun, ukuran tanamannya yang pendek membutuhkan perawatan khusus.

Muhammad Lukman Hakim, pembudidaya sekaligus pemilik Khakim Bibit menjelaskan bila tanaman buah tropis ini membutuhkan sinar matahari maksimal saat dewasa. Tujuannya, agar proses fotosintesis dapat dilakukan secara maksimal.

Tanaman cukup disiram sekali dalam satu hari. Waktunya pada pagi hari. Namun, pastikan air tidak menggenang di dalam pot, agar akar tidak membusuk.

Sedangkan, untuk pemupukan cukup diberikan tiga bulan sekali. Pupuk yang diguakan juga bergantian antara pupuk kandang dan NPK.

"Tanaman ini kuat, hanya kadang suka muncul kutu putih. Tapi, hama dihilangkan menggunakan obat kimia," katanya pada KONTAN.

Menjelang umur dua tahun, tanaman dewasa mulai menghasilkan bakal buah, yang nantinya bisa dipanen selang beberapa bulan. Lukman mengatakan, rasa buahnya hampir sama dengan nanas kebanyakan manis asam.

Lainnya, untuk mengembangbiakkan tanaman ini caranya cukup mudah. Cukup menggunakan mahkota buah yang di tancapkan ke dalam media tanam.

Lukman menggunakan media tanam campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2:1. Saat proses stek dilakukan sebaiknya tanaman diletakkan di tempat yang teduh. Setelah keluar tunas baru, tanaman dapat di beri sinar matahari penuh.  

Rifky Budiawan, pembudidaya sekaligus pemilik Markaz Kebun asal Yogyakarta pun melakukan hal yang sama. Dia menggunakan teknik stek untuk pembibitan. Bagian mahkota nanas indukan atau anakan semuanya dapat digunakan.

Media pembibitan yang digunakan adalah campuran sekam, tanah, dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1:1. Saat tanaman baru distek penyiraman cukup dilakukan satu hari sekali. Sedangkan, untuk pemupukan dilakukan dua minggu sekali menggunakan pupuk kandang atau NPK.

Tanaman buah tropis ini cenderung tidak membutuhkan banyak air, sehingga saat musim hujan tidak perlu disiram karena tanah tanaman cukup lembab.

Laki-laki yang lebih akrab disapa Awang ini juga mengaku nanas mahkota cukup tahan penyakit atau hama. Bahkan, tanaman yang baru di stek tidak perlu di sungkuk. Saat berbuah pun tidak perlu dibungkus dengan plastik karena tidak mengundang lalat buah. Dalam umur dua tahun tanaman ini baru berbuah.

kontan


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau