Diet jantung sehat demi perut nan ramping

Lifestyle | DiLihat : 105 | Kamis, 30 Agustus 2018 | 08:58
Diet jantung sehat demi perut nan ramping

Siapa yang tak ingin punya pinggang ramping dan perut rata? Jika berbagai metode telah Anda coba dan tak berhasil, saatnya mencoba diet jantung sehat.

Apa itu diet jantung sehat dan bagaimana pola makan yang diterapkan?

Pertama, ketahui bahwa kelebihan lemak di sekitar perut sering dianggap berisiko terkena berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, demensia, tekanan darah tinggi, dan beberapa jenis kanker.

Orang dengan berat badan normal tapi dengan ekstra lemak perut lebih berisiko daripada hanya memenuhi syarat sebagai obesitas. Selain itu, lingkar pinggang yang lebih besar juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan sindrom metabolik.

Lingkar pinggang ideal untuk perempuan adalah 86cm dan laki-laki 101cm.

Risiko lemak perut bertambah meningkat seiring usia, terutama pada perempuan dengan adanya perubahan kadar hormon.

Kari D. Pilolla, asisten profesor dari California Polytechnic State University di San Luis Obispo, menyarankan agar orang yang ingin mengurangi lemak di sekitar perut untuk mengikuti diet yang telah terbukti mendukung kesehatan jantung, seperti dietary approaches to stop hypertension (DASH) diet, yang dikembangkan oleh National Institute on Aging.

DASH merupakan jenis diet yang sering direkomendasikan kepada orang-orang yang ingin mencegah atau mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi) dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Diet ini berfokus pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan daging tanpa lemak. Anda bisa makan protein tanpa lemak seperti ayam, ikan, dan kacang-kacangan. Diet ini rendah daging merah, garam, tambahan gula, dan lemak.

Kari merekomendasikan diet DASH bersamaan dengan olahraga teratur.

Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang baik untuk jantung, seperti sayuran hijau, gandum utuh, buah beri, avokad, tomat, almon, bawang putih, edamame, teh hijau, dan minyak zaitun.

Adapun cara lain untuk mengurangi lemak perut adalah jangan mengonsumsi gula dan menghindari makanan manis. Ketika Anda makan banyak gula tambahan, hati menjadi kelebihan beban dengan fruktosa dan dipaksa mengubahnya menjadi lemak.

Kelebihan konsumsi gula juga dapat menyebabkan peningkatan akumulasi lemak di perut.

Tak hanya gula yang dikonsumsi langsung, hati-hati pada minuman manis, minuman kemasan, jus buah, dan minuman bersoda.

Demi berkurangnya lemak perut, Anda juga disarankan untuk mengurangi karbohidrat dalam pola makan harian. Ketika orang-orang memotong karbohidrat, nafsu makan turun dan mereka menurunkan berat badan.

Pembatasan karbohidrat adalah cara yang sangat efektif untuk menghilangkan lemak. Diet rendah karbohidrat juga menyebabkan pengurangan cepat dalam berat air, yang memberi orang-orang hasil instan. Hasilnya, bahkan bisa terlihat dalam 1-2 hari.

Anda juga perlu makan lebih banyak protein untuk mengurangi lemak perut. Saat makan protein, terbukti mengurangi keinginan mengidam sebesar 60% dan meningkatkan metabolisme hingga 80-100 kalori per hari. Ini juga menyebabkan Anda makan hingga 441 kalori lebih sedikit per hari.

Penelitian menunjukkan bahwa jumlah dan kualitas protein yang dikonsumsi berbanding terbalik dengan lemak di perut.

Artinya, orang yang makan lebih banyak protein berkualitas memiliki lebih sedikit lemak perut.

Oleh karena itu, Anda bisa meningkatkan asupan makanan berprotein tinggi seperti telur utuh, ikan, makanan laut, kacang-kacangan, biji-bijian, daging, dan produk susu.

Pilihan makanan lain adalah produk kaya serat, seperti avokad, pir, kelapa, okra, stroberi, apel, pisang, wortel, bit, brokoli, quinoa, almon, dan biji chia.

Makanan berserat dapat meningkatkan penurunan berat badan dengan membantu Anda merasa kenyang, sehingga Anda secara alami makan lebih sedikit. Saat mengonsumsi makanan kaya serat, juga bisa menurunkan jumlah kalori yang diserap tubuh dari makanan.

beritagar


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau