Petani pertanyakan dasar pemberian kuota impor beras Bulog

Ekonomi | DiLihat : 729 | Senin, 20 Agustus 2018 | 12:34
Petani pertanyakan dasar pemberian kuota impor beras Bulog

JAKARTA. Perum Bulog telah mendapatkan persetujuan impor beras sebanyak 2 juta ton di tahun ini. Ini merupakan total kuota impor dari tahap pertama hingga tahap ketiga.

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mempertanyakan dasar pemberian impor tersebut. Pasalnya, sejak persetujuan impor di tahap pertama dan tahap kedua, harga beras sudah menunjukkan penurunan.“Tahap satu kan sudah 500.000 ton, tahap dua juga 500.000 ton. Sekarang bertambah lagi 1 juta ton. Ini dasar pemerintah apa memberikan kuota sebanyak ini,” ujar Winarno kepada Kontan.co.id, Minggu (19/8).

Menurut Winarno, harga gabah kering panen (GKP) saat ini berkisar Rp 3.900 - Rp 4.000 per kg dan harga gabah kering giling (GKG) berkisar Rp 4.700 per kg. Padahal, menurutnya, seharusnya harga GKP sudah mencapai Rp 4.200 per kg dan harga GKG sudah sekitar Rp 5.000 - Rp 5.500 per kg.

“Kalau dasarnya karena harga gabah yang tinggi, ini karena HPP berdasarkan Inpres No. 5 tahun 2015 belum diubah sampai saat ini. Seharusnya harga GKP Rp 4.200 per kg, tetapi sampai sekarang HPP GKP masih Rp 3.700 per kg,” tutur Winarno.

Lebih lanjut Winarno menuturkan, adanya impor beras ini bisa jadi mematahkan semangat petani menanam padi. Dengan petani yang tidak semangat menanam, produksi beras akan menurun dan akhirnya impor beras akan kembali dilakukan.

kontan


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau

Video Terbaru

Video Playlist +