Prospek Bisnis Merpati Potong yang Menguntungkan

Peluang Usaha | DiLihat : 79 | Kamis, 09 Agustus 2018 | 11:57
Prospek Bisnis Merpati Potong yang Menguntungkan

Ada beberapa ras merpati yang bisa dikembangkan jadi unggas penghasil daging karena ukuran badannya yang besar dan pertumbuhannya yang pesat ketika masih muda.

Ras itu antara lain pomerian crooper (624—734 gram), polish lynx (600 gram), lahore (480—510 gram), english terrier (570—660 gram), florentine (500—800 gram), carneu (660—740 gram), swiss mondaine (840—900 gram), french mondaine (780—900 gram), dan king (850—1.000 gram). Ras lain yang potensial dikembangkan jadi unggas pedaging adalah jewel mondaine, carneau, giant runt, gazzi, dan modena.

Merpati lokal (250—300 gram) yang banyak dipelihara penduduk Indonesia sebagai burung balap, kurang layak dijadikan bisnis yang menguntungkan karena bila dijadikan unggas pedaging ukurannya terlalu kecil. Di antara macam-macam ras merpati itu, yang telah dikembangkan sebagai merpati potong di Indonesia adalah king.

Merpati ini hasil persilangan antara homer, duchess, maltese, dan runt. Warna bulu putih, silver, merah, kuning, hitam, dan sebagainya. Merpati ini tergolong merpati pedaging yang paling baik karena memiliki daging dada yang tebal.

Pemeliharaan merpati untuk peternakan ataupun hobi membutuhkan tempat yang sederhana, yaitu kandang atau sangkar terbuat dari kawat atau kayu. Dapat juga digunakan kandang baterai berukuran 60 cm × 40 cm × 50 cm untuk sepasang merpati. Bagian dalamnya dilengkapi sarang untuk bertelur, tempat makan, dan minum.

Setiap ras merpati memiliki usia dewasa kelamin berbeda-beda, dan pada umumnya baru bisa dikawinkan pada usia 5—8 bulan. Ras homer tepat dikawinkan setelah berusia 5—6 bulan, king dan mondaine pada usia 6—7 bulan, dan runt pada usia 8 bulan.

Kalau pemeliharaannya baik, pasangan merpati itu akan produktif berkembang biak sampai 3—4 tahun. Pasangan yang bagus dapat menghasilkan 10—14 ekor merpati muda per tahun. Kalau pengelolaannya diintensifkan, paling banyak dapat dihasilkan 24 ekor merpati muda per tahun.

Merpati bertelur hanya 2 butir per periode. Telur dierami selama 18—19 hari. Setelah menetas, anak disuapi oleh induknya. Karena pembesaran anak langsung diasuh oleh induknya, merpati tidak membutuhkan lampu penghangat seperti halnya yang terdapat pada pemeliharaan ayam dan itik.

Ketika anak merpati umur 2—3 minggu, induk betina mulai bertelur lagi. Pemberian makan selanjutnya diserahkan pada induk pejantan. Umur 4 minggu anak merpati sudah bisa dipanen sebagai merpati potong. Saat itu bobot anak merpati king telah mencapai 460—690 gram per ekor. Bobot karkas yang dikonsumsi 60—70% , dan biasanya dijual dalam bentuk karkas beku berbobot 400—580 gram per ekor.

Konsumen menyebut karkas anak merpati itu squab. Kualitasnya dibedakan tiga kelas, yaitu super (580 gram per ekor), I (470 gram per ekor), dan II (400 gram per ekor). Kalau dipelihara lebih lanjut, anak merpati bisa mengurus dirinya sendiri setelah umur 6—7 minggu. Setelah itu, anak mutlak harus dipisahkan ke luar kandang, agar tidak mengganggu kegiatan induknya.

pertanianku