Keren, Anak Muda Ini Mampu Rangkul 20 Ribu Nelayan dengan Teknologi

Inovasi Desa | DiLihat : 60 | Selasa, 07 Agustus 2018 | 09:50
Keren, Anak Muda Ini Mampu Rangkul 20 Ribu Nelayan dengan Teknologi

Jakarta – Ada sosok menarik pada acara Curah Pendapat Implementasi Revolusi Mental yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Jumat (3/8). Dialah Farid Naufal Alam, pemuda 24 tahun yang sudah menjadi CEO e-commerce aruna.id.

Kerennya, sebagai pemimpin usaha rintisan (startup) yang berbasis inovasi teknologi, Farid dan tim Aruna, telah menunjukkan prestasinya dengan merangkul 1.701 kelompok nelayan dengan 20 ribu anggota. Sedangkan untuk konsumennya sudah merambah ke mancanegara.

“Mitra nelayan kami sudah ada di 16 Provinsi mulai Aceh, Kalimantan Utara (termasuk di Sebatik) hingga Papua. Konsumen kami sudah sampai ke Singapura, Malaysia dan Vietnam,” kata pemuda lulusan Universitas Telkom Bandung.

Upaya Farid dengan timnya merupakan langkah inspiratif. Mengubah kebiasaan pola jual-beli hasil laut dengan produk Integrated Fisheries Commerce. “Kami tim aruna.id berupaya melayani para nelayan dan konsumen secara langsung lewat inovasi teknologi,” kata Farid.

Menurut situs resmi aruna.id, Integrated Fisheries Commerce merupakan efisiensi mata rantai perdagangan perikanan yang ada sehingga bisa memberikan benefit maksimal bagi mitra nelayan dan pembeli.

Perjuangan Aruna tidaklah mulus, kendala di lapangan dianggap sebagai ujian untuk proses yang lebih baik. Mengusung konsep humanity dan modernity, mereka juga berupaya terus menjadi tim yang berintegritas, memiliki etos kerja tinggi dan semangat bergotong royong demi misi bersama. “Sesuai dengan nilai utama revolusi mental,” katanya.

Salah satu prinsip yang paling penting bagi Farid adalah integritas. Ia terus memupuk dan menebarkan prinsip itu ke masyarakat Indonesia. “Di awal-awal kami pernah ditipu, saya pikir masalah integritas perlu jadi nilai bersama yang perlu terus disebar,” cerita Farid.

Sedangkan perbedaan etos kerja di berbagai daerah, dianggapnya sebagai tantangan yang harus dijalaninya. “Untuk menyiasatinya, tim kami turun langsung ke daerah dan terlibat dalam aktifitas penangkapan ikan di laut, tidur di masjid, asal bersama nelayan serta melakukan pembinaan,” katanya.

Sebagai pimpinan di Aruna, Farid menuturkan bahwa dengan mengajak nelayan sabagai mitra bisnis, tim Aruna berupaya meningkatkan kesejahtaraan hidup nelayan lewat teknologi dan pembinaan. “Kami menemukan fakta yang memprihatinkan, selama 10 tahun terakhir jumlah nelayan di Indonesia menurun 50 persen, dan masih banyak nelayan yang berada dalam jurang kemiskinan,” ungkapnya

Di akhir wawancara, Farid mengajak masyarakat terutama generasi milenial untuk semangat melihat peluang dan jangan mengeluh “Kesempatan kita menjadi bangsa besar terbuka lebar, saatnya berubah untuk tidak mengeluh, bekerja, bermakna dan peduli sesama,” kata CEO muda ini.

beritasatu