Tim KKN Undip Ciptakan Limbah Mangrove Menjadi Produk Pembersih

Inovasi Desa | DiLihat : 208 | Senin, 06 Agustus 2018 | 09:57
Tim KKN Undip Ciptakan Limbah Mangrove Menjadi Produk Pembersih

JAKARTA- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN), Universitas Diponegoro di bawah bimbingan Fahmi Arifan dan Sri Winarni memberikan solusi atas permasalahan limbah mangrove yang menumpuk di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Limbah mangrove itu, dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai jual.

"Seringkali buah mangrove dibiarkan jatuh begitu saja, menancap di tanah dan tumbuh menjadi bibit atau hanya menjadi limbah yang tidak termanfaatkan," ujar ketua tim KKN Robain seperti dikutip dari laman Undip.Dia menjelaskan, jenis mangrove yang banyak tumbuh di Desa Kaliprau yaitu Rhizopora mucronata. Rhizopora mucronata adalah tanaman mangrove obat-obatan yang umumnya di kenal sebagai bakau merah.

"Tanaman ini memiliki senyawa aktif berupa antibakteri, dan antioksidan yang sangat cocok di kembangkan menjadi berbagai produk non pangan," tuturnya.Dia menuturkan, mangrove dapat diolah menjadi berbagai produk yang inovatif. Pasalnya mangrove secara alami memiliki kandungan antibakteri dan antioksidan yang baik untuk pengembanganproduk. Buah mangrove yang semula tidak bernilai jual tinggi, di tangan Tim KKN Tematik Hutan Pantai Undip mampu di sulap menjadi berbagai jenis produk Pembersih Rumah Tangga.

"Gagasan mengembangkan produk non-pangan ini bermula dari banyaknya limbah buah mangrove yang belum termanfaatkan, lalu kami mencari cara bagaimana membuat mangrove menjadi produk bernilai jual," jelasnya.

Dia menambahkan, berbagai jenis produk inovatif yang diciptakan oleh tim KKN ini meliputi detergen, pelicin pakaian, semir sepatu, pewarna batik, sabun pencuci piring, dan pembersih lantai."Selain menjadi karya yang inovatif, produk pembersih rumah tangga yang merupakan produk non pangan ini memiliki keunggulan yaitu ramah lingkungan karena mampu mengurangi limbah buah mangrove di Kaliprau," tambahnya.

Berbagai produk inovasi pembersih rumah tangga, lanjut dia, yang di produksi didasarkan pada banyaknya pohon mangrove sebagai potensi lokal di Desa Kaliprau dan sebagai langkah awal untuk memberdayakan UMKM Mangrove yang masih tergolong baru.

"Pengolahan berbagai jenis produk non pangan ini, kami harapkan dapat dijadikan sebagai pengembangan produk di UMKM Mangrove, dan menjadi komoditas yang ramah lingkungan. Selain itu kami juga berharap produk-produk ini dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Kaliprau," pungkasnya.

okezone


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau