BUMDes di Bali Ini Ajak Warga Olah Sampah Jadi 'Rupiah'

Inovasi Desa | DiLihat : 1048 | Kamis, 26 Juli 2018 | 12:55
BUMDes di Bali Ini Ajak Warga Olah Sampah Jadi

Jakarta - Desa Kesiman Petilan di Denpasar, Bali, merupakan desa padat penduduk yang bertahun-tahun tidak lepas dari persoalan sampah. Berawal dari hal tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sima Sari Dana mengambil langkah yang unik dalam mengatasi masalah sampah ini.

BUMDes Sima Sari Dana melakukan pengelolaan sampah dengan cara 'membayar' para warga yang mengirim sampah pada mereka. Sampah yang biasanya dibiarkan menggunung kini dijual ke BUMDes. Warga sehari-hari gelisah dengan gundukan sampah, kini berbalik seolah 'bersahabat' dengan sampah.

"Dampak ekonominya sudah kelihatan dari pembelian bank sampah. Dulu masyarakat yang belum mengerti manfaat sampah, karena bicara sampah pasti menjijikkan. Sekarang sudah terinspirasi kalau sampah bisa menghasilkan uang," ujar Ketua BUMDes Sima Sari Dana, Budi Ketut Sima dalam keterangan tertulis, Rabu (25/7/2018).
Dari desa yang terdiri atas 2.526 kepala keluarga (kk) dengan luas 290 hektare ini, sampah yang tadinya menjijikkan kini disulap menjadi berkah bagi warga sejak 2 Desember 2017, yakni bersamaan dengan didirikannya BUMDes Sima Sari Dana. 

Dalam pelaksanaannya, BUMDes Sima Sari Dana memilah sampah menjadi dua bagian yakni sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik dikelola sendiri menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik dijual kepada perusahaan pengelola sampah.

"Untuk hasil pupuk yang kami kelola sendiri dari sampah organik itu, pemasaran kami yang pertama (adalah) warga sekitar yang memang banyak pecinta tanaman, termasuk para petani. Kalau proses pembuatan pupuknya masih manual, karena yang kami lakukan adalah ingin membuat pupuk bagus tanpa terkontaminasi dengan zat kimia," ungkap Budi.Menurut Budi, untuk membeli sampah warga, BUMDes Sima Sari Dana menyiapkan empat kendaraan operasional untuk berkeliling dan menjemput langsung sampah warga setiap harinya. Setelah dikumpulkan, sampah dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik kembali dibagi menjadi dua bagian yakni sampah kering dan sampah basah. Sampah kering diolah menjadi pelet, sedangkan sampah basah diolah menjadi pupuk. (mul/mpr)

detik