FAO: Pertanian Indonesia Bergerak Lebih Dinamis

Ekonomi | DiLihat : 80 | Jumat, 13 Juli 2018 | 10:23
FAO: Pertanian Indonesia Bergerak Lebih Dinamis

Jakarta: Food and Agriculture Organization (FAO) dan Kementerian Pertanian (Kementan) sepakat bahwa pertanian Indonesia bergerak lebih dinamis dibawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo. Program upaya khusus (Upsus) dinilai memberikan prioritas pada peningkatan produksi komoditas dasar seperti padi, jagung, kedelai, dan daging sapi.

"Kami membahas program prioritas pemerintah termasuk program Upsus yang merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan komoditas utama. Selain itu, kami juga membahas tanaman perkebunan serta berbagai upaya peningkatan produksi ternak di Indonesia. Melalui program tersebut, produksi bahan pangan nasional khususnya padi dan jagung saat ini telah melebihi kebutuhan konsumsi dalam negeri," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan pertemuan dengan FAO Representative di Indonesia Stephen Rudgard dikutip keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Stephen Rudgard menyampaikan apresiasi FAO untuk pencapaian Kementan dan menegaskan kembali dukungan FAO kepada program-program kementerian, terutama dalam memberikan bantuan teknis terhadap program yang memberikan manfaat besar kepada masyarakat pertanian. 

"FAO selalu siap mendukung Kementan, terutama dalam memberikan bantuan teknis seperti yang dibutuhkan berdasar pengalaman dan pembelajaran terbaik dari sekitar 200 negara anggota FAO. Dalam konteks pembangunan pertanian, petani kecil di daerah pedesaan memainkan peran yang sangat penting, dan perlu diberdayakan," kata Rudgard.

Apresiasi ini menunjukkan bahwa FAO memandang kondisi pertanian di Indonesia sudah membaik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini bertentangan dengan pandangan Phd Senior Expatriate Tech-Cooperation Aspac FAO Ratno Soetjiptadie yang mengatakan ketahanan pangan nasional terancam karena sekitar 69 persen tanah di Indonesia dikategorikan rusak parah.

Di satu sisi, Ratno ternyata bukan dari bagian FAO. Hal itu disampaikan oleh Assistant FAO Representative (Programme) Ageng Herianto dalam keterangan resminya yang diterima oleh Medcom.id, Kamis, 12 Juli 2018.

"Saudara Ratno Soetjiptadie tidak memiliki afiliasi apapun dengan FAO," ungkap Ageng.

Selain itu, Ageng menegaskan pernyataan yang disampaikan oleh Ratno tidak berhubungan dan tidak mewakili pandangan dari FAO. Ratno tidak bisa memberikan penjelasan yang jelas mengenai statusnya di FAO saat dihubungi oleh pihak FAO Indonesia.

"FAO saat ini sedang merumuskan langkah hukum berkaitan dengan kasus ini," ucapnya.

medcom