Harumnya Bisnis Pembuatan Sabun Mandi Buatan Warga Desa

Peluang Usaha | DiLihat : 287 | Kamis, 12 Juli 2018 | 10:29
Harumnya Bisnis Pembuatan Sabun Mandi Buatan Warga Desa

Usaha yang tidak ada matinya adalah membuat dan menjual produk yang dibutuhkan orang setiap hari. Mulai dari bahan kebutuhan pokok hingga berbagai perlengkapan penunjang hidup sehat. Salahsatunya adalah sabun mandi. Ya, memproduksi dan menjual sabun mandi buatan sendiri. Sehebat apa prospek membuat dan menjual sabun mandi?

Harga sabun mandi buatan pabrik-pabrik yang sekarang ini ada beragam-ragam jenis dan merek memang tampak sulit dilawan. Tapi tidak berarti tidak ada celah. Soalnya, dari sekian banyak jenis sabun mandi yang dijual di supermarket itu, apakah Anda tahu seperti apa cara pembuatannya, seperti kandungan di dalamnya dan apakah sabun-sabun yang dikemas cantik-cantik itu memang benar sesuai kebutuhan kulit Anda?

Di jaman sekarang ini masalah kesehatan adalah isu utama setiap orang. Sama halnya dengan sabun, meski sabun lebih banyak berurusan dengan kulit tapi ada banyak orang yang mengeluhkan sabun-sabun yang mereka pakai tidak bisa membuat kulitnya menjadi sehat sehingga membuatnya kurang percaya diri. Meski murah, kenapa harus beli jika memang tidak membuat kulit Anda menjadi segar dan sehat. Maka inilah pilihan selanjutnya: sabun buatan lokal.

Sabun lokal adalah sabun yang dibuat oleh UMKM atau bahkan kelompok ibu-ibu di kampung. Tapi mereka bukan ibu-ibu yang asal bikin sabun. Mereka adalah kelompok ibu-ibu yang sudah memiliki pengetahuan luas mengenai bagaimana membuat sabun yang sehat dan sesuai kebutuhan orang. Kenapa begitu? Karena mereka setiap hari terlibat dalam proses pembuatan sabun mandi sehingga menjadi paham bagaimana cara menciptakan sabun mandi yang sehat. Apakah bisa bersaing dengan sabun pabrikan yang harganya murah dan gampang didapat itu?

Jaman sekarang ini, harga bukan masalah utama bagi semua orang. Ada banyak orang yang lebih memilih produk dengan harga lebih mahal tetapi memberikan manfaat lebih besar. Tren ini terus berkembang setelah perdagangan online dan jual beli online mengembang. Soalnya, melalui teknologi online seperti website, media sosial dan sebagainya, setiap orang dengan mudah bisa memilih produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhannya.

Orang di jaman sekarang juga sangat memperhatikan ekslusivitas. Terutama soal fashion, mereka akan lebih memilih produk yang tidak dibuat massal sehingga menciptakan gengsi tersendiri. Termasuk sabun ini. Sabun buatan lokal sangat berpeluang untuk dijual secara onlie melalui media sosial pada kalangan yang kita kenal lebih dahulu. Ditabah lagi jika produk lokal didorong dengan isu kebanggaan produk lokal. Kenapa harus beli produk luar jika warga kampung kita atau desa kita bisa menciptakan produk dengan kualitas bagus?

Seperti yang dilakukan Nabila Al Bathaty, salahsatu pengusaha sabun kecantikan di Jakarta. Memulai usaha pembuatan sabun bermerk Aqila Handmade Shop tahun 1986, Nabila mengantungi omset hingga Rp. 15 juta per bulan. Lebih banyak bergerak secara online, para pembeli sabun buatan rumahan ini melus dari Bandung, Surabaya, Malang, Semarang dan sebagainya.

Nabila mengungkap, pembuatan sabun sesungguhnya sangat sederhana. Caranya, mencampurkan sejumlah minyak nabati kemudian diaduk lalu ditambahi bahan lain seperti pewarna, pewangi, madu, gandum, susu kambing, kefir, arang dan herbal kering. Semua bahan itu diaduk hingga mencapai tingkat kelarutan tertentu lalu masukkan ke dalam cetakan sabun. Sehari kemudian sabun sudah jadi.

Awal menjalankan usaha, Nabila terkendala masalah kemasan. Pada saat awal itu sabun buatannya juga gampang penyok. Hingga akhirnya, setelah berkali-kali produksi, sabunnya menjadi lebih kuat alias tahan penyok dengan kemasan yang juga cantik. Kini produk sabun kecantikan Nabila terus berkembang menjadi 10-12 varian mulai dari sabun padat untuk wajah, face oil, masker, body oil hingga body butter. HArga produk ini antara Rp. 30.000 – Rp. 120.000 per biji. Mahal? Karena produk ini adalah sabun kecantikan, bukan sabun biasa. Untuk produk sabun biasa harganya bisa jauh lebih murah dibanding harga itu.

Baca Juga  Manisnya Peluang Budidaya Jambu Air Manis Madu, Begini Cara Mendapatkan Peluangnya
Jadi, kenapa warga desa harus bergantung dengan produk pabrikan jika sebenarnya mereka bisa membuat sendiri sabun yang mereka butuhkan untuk mandi setiap hari? Bayangkan, dengan jumlah penduduk tahun 2018 yang diperkirakan berjumlah 265 juta, betapa besar kebutuhan sabun di seluruh negeri ini. Hitung saja berapa batang sabun yang dibutuhkan sebuah keluarga di satu desa mulai dari sabun mandi, sabun kecantikan, sabun cuci, pel dan jenis lainnya. Kenapa kebutuhan ini tidak dipenuhi sendiri oleh warga desa?

(aryadji/berdesa)


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau