Nestapa Petani di Balik Indahnya Fenomena Embun Es Dieng

Ekonomi | DiLihat : 110 | Senin, 09 Juli 2018 | 11:46
Nestapa Petani di Balik Indahnya Fenomena Embun Es Dieng

Banjarnegara - Fenomena munculnya embun es di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah disambut gegap gempita. Warganet penasaran dengan keindahannya yang konon bak permata berkilau saat tertimpa cahaya matahari.

Keberadaan embun es digambarkan layaknya sensasi negeri empat musim yang tertutup salju. Wisatawan pun berdatangan ke Dataran Tinggi Dieng. Mereka berharap bisa menyaksikan secara langsung.

Bak pisau bermata dua, di luar dampak positif embun es yang menaikkan tingkat kunjungan turis, rupanya embun es juga amat ditakuti oleh petani Dieng, terutama petani kentang. Sebab itu, embun es oleh masyarakat lokal disebut Bun upas, atau embun beracun.Embun es disebut embun beracun atau Bun upas bukan lantaran dapat mematikan manusia atau hewan. Ia, berbahaya bagi tanaman kentang dan sayuran petani Dieng.

Fenomena embun es hampir selalu disertai dengan rusaknya tanaman kentang petani. Hanya saja, skalanya yang berbeda. Kadang berdampak kecil dan meliputi kawasan tak terlampau luas, lain waktu berdampak signifikan dan berskala luas.

Tahun 2018 ini, embun es telah muncul dua kali. Pertama terjadi pada dasarian kedua Juni, adapun yang kedua muncul pada Jumat dinihari, 6 Juli 2018.

Embun es Juni tak berdampak besar, lantaran tipis dan hanya terjadi di spot-spot tertentu. Akan tetapi, embun es kedua pada 6 Juli 2018, berakibat fatal. Puluhan hektare tanaman kentang petani Dieng rusak.

liputan6