GIIAS 2018: TKDN Berhasil Capai 70%, Kendaraan Desa Siap Meluncur

Kabar Desa | DiLihat : 234 | Kamis, 05 Juli 2018 | 09:30
GIIAS 2018: TKDN Berhasil Capai 70%, Kendaraan Desa Siap Meluncur

Lama tak terdengar kabarnya soal kendaraan desa. Faktanya Kementerian Perindustrian tengah mengoptimalkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), guna memacu produksi kendaraan pedesaan.Bukan mobil desa, namun mereka menyebutnya sebagai Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes). Sekarang industri dalam negeri telah mampu memproduksi sebanyak 185 jenis komponen atau setara 70% dari nilai total pengembangan alat transportasi untuk penumpang dan hasil pertanian.

“Melalui konsolidasi dengan pelaku industri nasional, kami berhasil memfasilitasi dalam membangun kerja sama dengan lebih dari 70 industri yang siap menjadi pemasok komponen AMMDes. Sebagian besar industri kecil dan menengah (IKM). AMMDes ini diluncurkan pada GIIAS 2018, yang rencananya dibuka oleh Presiden Joko Widodo,” tutur Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Ia membeberkan, perkembangan produksi AMMDEs yang dilakukan PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (PT KMWI), misalnya, sudah pada tahap finalisasi prototipe dan uji coba. Dijadwalkan mulai produksi massal pada Januari 2019. “Uji coba lapangan AMMDes dilakukan di kawasan Bogor dari April 2018 dan masih berlangsung sampai saat ini,” tambahnya.

Pengujian dilakukan terhadap performa dan daya tahan unit AMMDes secara parsial, yang meliputi mesin, sasis, suspensi, transmisi dan lain-lain. Serangkaian pengujian, lanjut Menperin, dilakukan demi menyempurnakan rancangan AMMDes,

Ke depannya, PT KMWI juga menyiapkan beberapa desain platform AMMDes melalui pengembangan powertrain dan sasis. Misalnya, untuk kendaraan yang diaplikasikan di daerah datar dan perbukitan dengan kemiringan 20-300, menggunakan penggerak diesel dan bensin.

“Sesuai filosofinya sebagai alat kerja yang multiguna, AMMDes dirancang dengan fungsi multiguna, fungsi transportasi untuk memobilisasi hasil-hasil pertanian dari desa ke kota. Terlebih, fungsi alat produksi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di pedesaan,” beber Harjanto, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE).

Lahirnya AMMDes ditargetkan sanggup membantu Kelompok Usaha Bersama (KUB), Koperasi, Gapoktan, Bumdes dan kelompok petani atau nelayan lainnya untuk mengangkut dan memproduksi hasil panennya, membantu memperlancar penyediaan sarana produksi serta membantu mempercepat distribusi barang antara kota dan desa. Baiklah, kita tunggu saja peluncurannya di Agustus 2018 mendatang. (Alx/Van)

oto


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau