Vertical Garden Solusi Pertanian di Lahan Sempit Ala Mahasiswa UNS

Inovasi Desa | DiLihat : 307 | Kamis, 05 Juli 2018 | 09:21
Vertical Garden Solusi Pertanian di Lahan Sempit Ala Mahasiswa UNS

SUKOHARJO - Problem tak memiliki lahan kerap dihadapi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Tak heran kebanyakan tempat tinggal di perkotaan, sangat minim memiliki taman di depan rumahnya.

Namun, kini kekhawatiran itu tak perlu ada lagi. Pasalnya, para mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memiliki solusi tersendiri melalui terobosan baru yang mereka temukan untuk memanfaatkan lahan minim untuk taman.Salah satunya melalui vertical garden yang mereka tunjukkan pada warga di Dukuh Selo, Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari.

Program mahasiswa pertanian yang disosialisasikan pada masyarakat ini, merupakan program kreativitas mahasiswa (PKM) pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2018.Kelompok tim program kreativitas mahasiswa (PKM) pengabdian masyarakat yang terdiri Aditya, Diana Nur Hafifah, Tinon Yudiana, Sani Kamil Baldan, Vera Febriana Umiati dengan pembina Rysca Indreswari, perkenalkan program vertical garden.

Vertical Garden sendiri adalah pembuatan taman dengan memanfaatkan bidang vertikal. Pembuatan taman vertikal tersebut memanfaatkan limbah botol plastik yang murah dan mudah dicari di bank sampah yang sudah tersedia di sekitar lokasi.

"Vertical garden menjadi solusi ketersediaan lahan pada pertanian," jelas Pembina Tim Rysca Indreswari, Rabu (4/7/2018).

Program ini lanjut Rysca berlangsung selama 5 bulan dan bekerjasama dengan Komunitas Selo Beraksi dan Bank Sampah.Dan salah satu tujuan lainnya untuk menunjang pembangunan rintisan desa wisata di Dukuh Selo, Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo.

Dengan program yang sudah disosialisasikan pada masyarakat ini, dapat merubah perilaku masyarakat yang awalnya hanya mengumpulkan botol bekas di bank sampah dan kemudian dijual maka dengan adanya program ini botol bekas tidak hanya langsung dijual tetapi dapat ditingkatkan nilai guna dan estetisnya menjadi pot vertical garden.

"Vertical garden berdampak positif ke lingkungan karena fungsi tanaman sebagai suplai oksigen bagi lingkungan. Sedikit sentuhan kreativitas pot dari botol bekas berisi tanaman dapat juga dijual sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat," pungkasnya

okezone


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau