Bikin Makmur, Kamboja Kini Bukan Lagi Sekadar Bunga Kuburan

Peluang Usaha | DiLihat : 94 | Selasa, 03 Juli 2018 | 10:11
Bikin Makmur, Kamboja Kini Bukan Lagi Sekadar Bunga Kuburan

Kamboja identik dengan sebutan bunga kuburan karena memang bunga tersebut seringkali dijadikan sebagai penghias di pemakaman umum. Namun tahukah Anda, keistimewaan kamboja kini mulai terlihat dan sangat berpotensi membuat kehidupan Anda lebih makmur?

Tentu ini tak ada hubungan sama sekali dengan dunia mistis sehingga bunga kamboja disebut-sebut bisa membuat kita makmur. Semuanya memerlukan usaha. Oleh karena itu, yang dapat menikmati kemakmuran dari bunga ini adalah mereka yang mau membudidayakan atau menangkarnya.

Sesuai dengan namanya, bunga ini berasal dari tanaman kamboja, khususnya kamboja bunga putih (Plumeira alba) yang banyak dijumpai di Indonesia. Di Jawa, pohon kamboja masih dipandang sebelah mata. Sebab, hampir semua kuburan atau tempat pemakaman umum selalu ditanami pohon kamboja. Itu sebabnya, kamboja kerap dianggap sebagai bunga kuburan.Padahal, semua itu hanya karena kebiasaan masyarakat kita yang selalu menanam kamboja di areal kuburan. Coba jika sejak dulu tanaman ini dibudidayakan di tempat khusus sebagaimana anggrek, adenium, dan tanaman hias lainnya, tentu julukan bunga kuburan tak akan melekat pada kamboja.

Saat ini, kamboja memang sudah naik kelas, bunganya memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Pasalnya, permintaan dari luar negeri cukup banyak namun jumlah pembudidaya masih minim.

Mengapa bunga kamboja dicari pasar luar negeri? Sebab, tanaman yang asal-muasalnya dari Amerika Tengah ini bukan sekadar menyimpan keindahan dan keharuman. Bunga yang dikeringkan, ditumbuk halus, akan menghasilkan serbuk yang bisa menjadi bahan baku wewangian, kosmetik, industri spa, bahkan bisa diolah menjadi teh herbal.

Bunga kamboja diyakini memiliki khasiat terhadap kesehatan manusia, mulai dari pereda demam, menghentikan batuk, melancarkan air seni, menyembuhkan diare akibat disentri, mencegah pingsan lantaran hawa panas, hingga mampu menghilangkan sembelit. Jadi, jangan heran, beberapa pembeli dari luar negeri kerap mencari bunga kamboja kering.Beberapa pembeli berasal dari Cina, Taiwan, dan Korea Selatan. Tetapi, pembeli dari Cina biasanya yang paling getol mencari bunga ini. Kabarnya, masyarakat Cina sangat menggemari racikan bunga kamboja asal Indonesia karena kandungan airnya sangat minim, yakni kurang dari 10%.

Sekarang ini, pengiriman kamboja kering dari Indonesia ke Cina bisa mencapai 20—30 ton per bulan. Bahkan, beberapa kali permintaannya lebih dari 30 ton. Cina diperkirakan membutuhkan ratusan ton bunga kamboja kering per bulan. Angka ini belum termasuk permintaan dari Taiwan dan Korea Selatan.

Permintaan pasar mancanegara yang tinggi membuat harga bunga kamboja kering terus melambung. Saat ini, bunga kamboja kering dihargai Rp25.000—Rp35.000 per kilogram. Ironisnya, ketika permintaan dan harga sedang bagus, pengusaha belum mampu memenuhi semua kebutuhan. Sebab mayoritas pengusaha masih mengandalkan jasa para pengepul.

Di sisi lain, pihak pengepul juga mendapatkan pasokan dari para petani, khususnya di wilayah Mojokerto, Pasuruan, ProbolinggoBangil, Malang, dan Bali. Ketika petani tidak bisa memanen bunga kamboja, terutama pada musim hujan, tentu pasokan menjadi sulit.

Mestinya, peluang emas tersebut bisa ditindaklanjuti dengan memasyarakatkan budidaya tanaman kamboja, yang sampai sekarang ini masih minim sekali. Dengan demikian, ekspor bisa berjalan rutin dan lancar.

pertanianku