Petani Klaim Biaya Produksi Beras Naik

Ekonomi | DiLihat : 84 | Rabu, 06 Juni 2018 | 11:32
Petani Klaim Biaya Produksi Beras Naik

JAKARTA - Biaya produksi pada sektor pertanian padi pada 2018 meningkat Rp200 dibandingkan dengan dua tahun lalu.

Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan biaya produksi beras per kg naik menjadi Rp4.280 per kg pada survei januari 2018 sedangkan pada 2016 hanya Rp4.079 per kg. Artinya terdapat peningkatan biaya produksi sebesar Rp200.

Survei tersebut, lanjutnya, dilakukan oleh KTNA dan asosiasi benih. "Kita kan masalahnya seluruh indonesia jadi berbeda-beda dari berbeda-beda ini kita gabung, kita rangkum muncullah harga itu,"katanya pada Selasa (5/6/2018).

Menurutnya, beberapa daerah memiliki kriteria masing-masing seperti daerah Jawa dan Sulawesi Selatan. Winarno mengatakan di Jawa cukup 25 kg benih per ha, sedangkam di Sulsel membutuhkan 60 kg per karena ditabur namun analisa usaha pertaniannya lebih murah karena tidak ada ada biaya tanam.

Winarno mengatakan biaya pokok produksi sebenarnya bisa ditekan yaitu pada biaya sewa buruh dan biaya sewa lahan. "Kalau buruh dan sewa lahannya ditekan bisa lebih rendah lagi. Makanya kementan membantu dengan alsintan itu sudah betul karena untuk menekan buruh tani,"katanya.

Pola produksi sektor pertanian, katanya, menggabungkan antara memakai mekanisasi dan juga sistem manual. Wilayah Papua Baray yang saat ini menggunakan mekanisasi penuh dalam penggarapan pertanian. Alhasil biaa pokok produksi murah cuma Rp2.600 per kg.

"jadi kita juga kuat kalau full mekanisasi tapi nanti ada yang protes karena [pengurangan] tenaga kerja. Tapi kalau full mekanisasi tenaga kerja kurang, yang muda-muda ke pabrik,"pungkasnya.

bisnis


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau