Kementan uji Coba Pasar Lelang Hortikultura

Ekonomi | DiLihat : 101 | Kamis, 24 Mei 2018 | 09:54
Kementan uji Coba Pasar Lelang Hortikultura

JAKARTA - Metode Pasar lelang hortikultura pada level farm-gate mulai dikembangkan dengan beberapa sentra produksi sebagai wilayah percobaan. Dengan metode lelang diharapkan dapat memotong rantai pasok sekaligus memberi jaminan kepastian pasar maupun stabilitas harga di tingkat petani.

Direktur Jenderal Hortikultura, Kementrian Pertanian, Suwandi mengatakan dengan metode lelang petani mendapatkan beberapa manfaat yakni menikmati harga tertinggi, cash and carry, tercipta one region one price, stabilitas harga di farm-gate, memangkas rantai pasok, tata kelola efisien, transparan dan fair.

“Keberadaan pasar lelang di farm-gate, betul-betul memberi perlindungan harga bagi petani. Mereka menikmati manfaatnya. Membangun dan mengembangkan pasar lelang sayuran di farm-gate ini, menunjukkan pemerintah hadir di tengah-tengah petani," katanya.

Suwandi mengatakan pemerintah sudah mendorong agar tumbuh inisiatif para petani bersama pedagang membentuk pasar lelang. Metode lelang tersebut sudah berjalan pasar lelang cabai di Sleman, Kulonprogo, Magelang, Karanganyar, Wonogiri, Banyuwangi, Kediri, Malang, Siborong-borong. Beberapa daerah dalam proses inisiasi seperti di Kabupaten Karo, Solok, Lampung Timur, dan Enrekang.

Lelang bertempat di mana saja yang disepakati, misalnya di saung kelompoktani, balai pertemuan, warung, kios, di tempat yang sederhana saja.
Sarana yang dibutuhkan juga seadanya, seperti alat timbangan, papan dan alat tulis, sarana listrik dan lainnya. Selain itu, Lelang biasanya dilakukan sore atau petang saat hasil panen selesai diangkut ke tempat lelang.

“Perlu diingat bahwa pasar lelang ini bukan membangun fisik bangunan baru, bukan hard-sistem, tetapi yang dibangun adalah soft-sistemnya. Bagaimana mempertemukan antara sekelompok petani sebagai penjual dengan para pedagang sebagai pembeli yang berlangsung pola lelang” jelasnya.

Terdapat dua metode lelang, yaitu lelang langsung dan tidak langsung. Lelang secara langsung berarti pedagang langsung datang ke tempat lelang dan memberikan penawaran langsung.

Cara lelang tidak langsung misalnya melalui sms, peserta lelang menyampaikan penawaran kepada juru lelang melalui SMS atau Whatshap (WA). Dan setelah batas waktu yang ditentukan, juru lelang membuka harga penawaran dan mencatatnya dipapan tulis. Dari catatan ini penawar harga tertinggi menjadi pemenang. Selanjutnya, juru lelang menginformasikan sms ke pemenangnya dan pemenang datang langsung mengambil barang serta membayarnya tunai.

"Inikan simpel sekali, tempatnya juga sederhana, hanya butuh waktu 1-2 jam, fair dan transparan, dan secara tidak langsung turut membantu stabilitas harga di level pasar eceran. Kalau di farm-gate stabil kan akan berpengaruh pada stabilnya harga di eceran", jelas Suwandi.

Dijelaskannya, pasar lelang ini bisa memutus tiga hingga empat mata rantai pemasaran. "Ini sangat menguntungkan petani dan sekaligus menciptakan persaingan sehat antar pedagang. Walaupun memutus rantai pasok, tapi tidak mematikan pedagang, sebab mereka ikut lelang", sambungnya.

"Yang kita inginkan, melalui pasar lelang di farm-gate, kita ingin membangun dan mengembangkan sistem pemasaran produk pertanian transparan, fair dan sama sama memperoleh keuntungan wajar, win win solution", tegasnya.

Ketika pasar lelang ini sudah berjalan secara rutin, Pemerintah akan memfasilitasi sarana alat sortasi, grading, packaging, hingga sarana online guna menginformasikan volume dan harga lelang.

bisnis


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau