Petani Generasi Milenial Bisa Bertani sambil Telepon Pacar

Ekonomi | DiLihat : 149 | Rabu, 23 Mei 2018 | 10:04
Petani Generasi Milenial Bisa Bertani sambil Telepon Pacar

BONDOWOSO - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis semakin banyak anak muda yang mau menjadi petani di era teknologi saat ini. Apalagi mekanisme pertanian sekarang sudah lebih modern dibandingkan dulu.Dia mengatakan, dulu petani olah tanah pakai cangkul dan kerbau serta butuh 25 hari mengerjakannya. Sekarang, telah dilakukan optimalisasi penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) yang membuat pekerjaan petani bisa lebih efisien.

"Kalau dulu 25 hari, sekaran pakai alat alat 3 jam. Ini menekan biaya produksi 40%, biasanya olah manual panen itu Rp2 juta, dengan teknologi biaya Rp1 juta hemat 50%," tuturnya di Desa Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (22/5/2018).Penggunaan alsintan juga bisa mengurangi kehilangan jumlah produksi (losses) saat panen. Dulu panen banyak yang jatuh dan menguranginya butuh waktu 20 hari, sekarang dengan alat hanya 3 jam per hektare.

"Tanpa teknologi dan mekanisasi, pertanian kita tidak bisa bersaing. Jadi alsintan tujuan produksi, ambil losses dan mempercepat tanam," tuturnya.Semakin efektif dan efisiennya sektor pertanian tersebut mampu mendorong minat generasi muda untuk mau menjadi petani. Bisa dilihat banyak anak muda sekarang sudah bisa menggunakan alsintan.

"Itu yang baju merah (anak muda) bangga bertani. Jadi anak muda mau bertani, dulu pertanian kumuh miskin, sekarang tidak. Jadi operator combine harvester gajinya tinggi. Kemudian sekarang sambil bertani bisa telepon pacarnya. Ini kita ubah mindset," tuturnya.

okezone