Manisnya Agribisnis Pepaya Merah Delima, Raup Rp58 Juta tiap Bulan

Peluang Usaha | DiLihat : 297 | Selasa, 22 Mei 2018 | 12:39
Manisnya Agribisnis Pepaya Merah Delima, Raup Rp58 Juta tiap Bulan

Cianjur— Di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (mdpl) berudara sejuk di Kampung Karag, Desa Langensari, Cianjur, Jawa Barat, terhampar satu hektare lahan dikelilingi tanaman singkong dan bambu. Di lokasi itu pula, Dadang bercocok tanam pepaya merah delima unggulan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Selain rasanya manis (total padatan terlarut/TSS 14-17 oBrix), pepaya ini warna dagingnya merah menyala, bobot buah sedang (0,8-1 kilogram), dan teksturnya renyah. Sehingga, bisa tahan sampai enam hari di suhu kamar dengan potensi hasil sampai 70 ton per hektare per tahun.Tanaman pepaya merah delima mulai dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Umur panen optimal tiga tahun. Tanaman pepaya dapat tumbuh pada dataran rendah dan tinggi hingga 1.000 mdpl, curah hujan 1.000-2.000 milimeter per tahun, suhu udara optimum 22-28 derajat Celcius, dan kelembaban udara sekitar 40 persen.

Angin tak terlalu kencang sangat baik untuk penyerbukan. Tanah yang dikehendaki pohon pepaya, adalah gembur mengandung humus dan harus banyak menahan air dengan pH tanah ideal adalah netral (pH 6-7).
Dadang memiliki 800 pohon pepaya dengan tumpang sari tanaman jambu kristal dan sayuran. Penyiraman dan pemupukan pepaya menggunakan irigasi tetes. Untuk luasan satu hektare, cukup tenaga kerja satu orang.

Dia biasanya memanen tiap dua hari sekali dengan hasil rata-rata 300 kilogram per sekali panen. Tak heran, Dadang meraup Rp58,5 juta tiap bulan dari pepaya, padahal modalnya Rp150 ribu per pohon tiap musim (tiga tahun) dan dijual Rp13 ribu per kilogram di Supermarket Borma dan Setiabudi, Bandung, Jabar.
Balik modalnya (break event point/BEP) terhitung cepat. Menanam pepaya merah delima dalam kurun waktu enam bulan setelah panen perdana, modal akan kembali.

Dirinya berharap, dilakukan perluasan lahan untuk pengembangan pepaya merah delima, mengingat tingginya permintaan masyarakat. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Hardianto, menambahkan, peluang ekspor pepaya merah delima terbuka lebar, khususnya ke Cina, Asia Tenggara, dan Timur Tengah. Soalnya, karakteristiknya diminati banyak orang.

Di antaranya, ukurannya tak terlalu besar 1-1,2 kilogram, rasanya manis, warna merah menyala, daging buah tebal 3-3,5 sentimeter, tekstur buah renyah, dan kulitnya tebal. Bahkan, daya simpan mencapai enam hari setelah petik di suhu kamar cukup.

rilis


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau