Transformasi Garut Jadi Produsen Jeruk di Indonesia

Ekonomi | DiLihat : 272 | Senin, 21 Mei 2018 | 09:43
Transformasi Garut Jadi Produsen Jeruk di Indonesia

Jakarta - Kini jeruk memegang peran penting sebagai komoditas unggulan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Hal ini terbukti dengan adanya 1.400 hektare lahan pertamanan jeruk di Garut dengan jenis jeruk yang beragam, meliputi jeruk siem, keprok Garut, konde dan jeruk orange Priangan.

"Sentra utama jeruk tersebar di Kecamatan Samarang, Bayombong, Sucina Raja, Wanaraja, Pangatikan, Malambong, Cisurupan, Cigedug, Sukaresmi dan Pasirwangi," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ir. Beni Yoga Gunasantika dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/5/2018).Ketua Kelompok Cinta Tani misalnya menyampaikan bahwa kelompoknya mengembangkan jeruk pada lahan seluas 2 hektare. Rata-rata produksi yang dihasilkan, menurutnya, mencapai 1 hingga 2 kuintal per pohon dalam kurun waktu satu tahun.

Ia juga menyampaikan produksi jeruk memberi keuntungan luar biasa dengan biaya produksi yang relatif murah, yakni Rp 250 ribu per pohon setiap satu tahun. Padahal, harga jeruk siem di kebun dibanderol Rp 10.000 hingga Rp 13.000 per kg, sedangkan harga jeruk Garut adalah Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per kg. 

"Biaya produksi Rp 250 ribu per pohon, per tahun. Ini sungguh luar biasa," ucap H. Asep Syaifuddin dari kelompok Cinta Tani.

Oleh karena itu, demi mendorong kepopuleran Garut sebagai penghasil jeruk skaligus dalam rangka memperingati hari Krida Pertanian, akan diadakan Citrus Vaganza pada Agustus tahun ini. Melihat hal tersebut, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi yang mengunjungi Desa Cinta Rakyat Kecamatan Samarang Garut, mengatakan pemerintah pusat akan mendorong pengembangan upaya Garut menjadi klaster jeruk di Indonesia.

"Kami terus mendorong Pemda Garut agar lebih giat lagi mempromosikan budidaya jeruk, baik skala klaster maupun skala pekarangan," ungkapnya.

Apalagi menurut dia, komoditas jeruk siem Garut memiliki keunggulan lebih besar karena memiliki kulit yang tebal, rasa manis segar dan mudah dikupas. Komoditas jeruk ini dapat dihasilkan pada umur 1,5 hingga 2 tahun. (mul/ega)

detik


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau