Tingkatkan produksi, Kemtan kembangkan varietas padi di lahan kering

Ekonomi | DiLihat : 204 | Selasa, 15 Mei 2018 | 13:38
Tingkatkan produksi, Kemtan kembangkan varietas padi di lahan kering

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) menargetkan produksi padi tahun ini bisa mencapai 81,2 juta ton. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menggenjot produksi adalah mengembangkan varietas padi dengan produktivitas tinggi.

Saat ini, Kemtan melalui Badan Litbang Pertanian menggencarkan pengembangan berbagai varietas padi inpago. Varietas unggulan yang turut dikembangkan Kemtan saat ini adalah varietas inpago 9.

Inpago 9 merupakan salah satu varietas inbrida padi gogo yang dikhususkan untuk lahan kering. Apalagi, dalam meningkatkan luasan lahan tanam padi, Kemtan pun tengah menggencarkan pemanfaatan lahan suboptimal termasuk lahan kering.

“Saat ini, sekitar 90% produksi padi dihasilkan di lahan sawah. Padahal pemanfaatan lahan kering untuk budidaya padi memiliki potensi yang masih sangat besar. Padi gogo bisa ditanam secara tumpang sari dengan tanaman pangan lain, seperti singkong dan jagung, ataupun dengan tanaman tahunan seperti jati, kelapa dan karet,” tutur Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBP Padi) Ismail Wahab seperti yang tertera dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (14/5).

Ismail Wahab mengungkapkan, berdasarkan areal tanam produksi benih klas SS di lahan sawah Kebun Percobaan Pusakanegara, Subang, produktivitas varietas inpago 9 mencapai 8 – 9 ton per hektare. Menurut Ismail, potensi yang dimiliki varietas ini sangat menjanjikan karena varietas padi gogo lainnya hanya memiliki produktivitas rata-rata di bawah 6-7 ton per hektare.

Varietas inpago 9 pun dianjurkan untuk ditanam di lahan subur wilayah Jawa dan lahan podsolik merah kuning (PMK) seperti di wilayah Lampung.

Untuk melengkapi pengembangan varietas inpago 9 maupun varietas padi gogo lainnya, Kemtan juga menyiapkan paket teknologi LARGO Super. Melalui paket teknologi ini, petani dikenalkan dengan beragam teknologi pendukung, di antaranya sistem larikan gogo, yaitu jarak tanam yang memungkinkan proses fotosintesis lebih optimal.

Selain itu, petani juga dikenalkan dengan penggunaan alat tanam tebar benih langsung dan pemberian pupuk hayati berupa pupuk berbasis mikroba non patogenik yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah. Dalam paket ini pula, petani dianjurkan untuk menggunakan bioprotektor untuk mengendalikan hama pada pertanaman padi.

Ismail mengharapkan pengembangan varietas inpago 9 yang dibarengi penerapan paket teknologi Largo Super dapat mendongkrak produksi padi di lahan kering. “Dengan pengembangan varietas inpago dan paket teknologinya, kami harapkan produksi padi di lahan kering dapat meningkat sehingga secara keseluruhan produksi padi nasional pun bisa ditingkatkan,” ujarnya.

kontan


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau