Start Up Akuakultur Kian Bermunculan

Ekonomi | DiLihat : 232 | Senin, 14 Mei 2018 | 13:29
Start Up Akuakultur Kian Bermunculan

JAKARTA -- Usaha rintisan alias start up perikanan budi daya bermunculan. Pemerintah memandang tren ini akan menjembatani secara efisien para pemangku kepentingan akuakultur.

Beberapa inovasi digital yang mulai berkembang di bidang akuakultur a.l. E-fishery, Iwa-Ke, fisHby, Jala, InFishta, dan Growpal.Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mendukung inovasi itu untuk memperkuat konektivitas rantai bisnis akuakultur.

"Dalam hal akses pasar, sistem ini akan mampu menjamin efisiensi rantai pasar. Untuk kegiatan on farm, akan lebih efisien waktu, tenaga, dan proses,” katanya, Jumat (11/5/2018).

Menurut dia, ada empat isu pergeseran perikanan budi daya karena inovasi digital. Pertama, mendorong peningkatan efesiensi dan daya saing bisnis akuakultur dengan fokus pada pengembangan komoditas unggulan.

Kedua, optimalisasi pemanfaatan potensi lahan budidaya berbasis daya dukung lingkungan.

Ketiga, membangun rantai sistem produksi akuakultur dari hulu ke hilir secara menyeluruh.

Keempat, integrasi kegiatan dan anggaran antar stakeholder.

Meskipun demikian, dia berpendapat transformasi itu harus mempertimbangkan beberapa hal.

"Transformasi industrialisasi akuakultur yang modern harus berorientasi pada pemanfaatan sumberdaya alam secara efisien, penciptaan nilai tambah, dan produktivitas secara optimum," kata.

Selain itu, lanjut dia, inovasi digital harus mendorong keterampilan tenaga kerja melalui peningkatan kapasitas sumberdaya manusia terlatih serta membuka akses pasar yang luas atau hiperkoneksi, daya saing tinggi, dan efisiensi manajemen.

Salah satu start up akuakultur hasil kreasi anak muda adalah Minapoli, yang berperan sebagai hub jaringan informasi dan bisnis perikanan.

"Tren inovasi ini akan memperluas dan memperkuat jaringan perikanan sehingga industri perikanan berkembang ke arah positif," ujar CEO Minapoli Rully Setya Purnama.

Start up lainnya pun mengambil peran yang unik. Sebagai contoh, E-fishery mengembangkan teknologi pintar pemberian pakan dengan metode continuous feeding untuk memenuhi pola makan udang yang terus menerus.

Iwa-Ke membantu distribusi beragam ikan, seperti ikan nila merah, patin, dan gurami melalui sarana informasi digital untuk pemasaran, a.l. melalui Go-Jek dan Iwa-Ke Depot.

Start up ini telah memiliki mitra yang mengusahakan budi daya ikan di atas 60 hektare dan jaringan pembudidaya di berbagai provinsi.

Fishby menggalang dana kemudian menyalurkannya kepada pembudi daya sesuai dengan perjanjian di awal.

Adapun Jala menawarkan sistem manajemen terkini berbasis data yang membantu petambak membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi aktual yang terjadi di tambak.

Koordinator Manajemen Program Digital Amoeba Telkom Fauzan Feisal mengatakan Telkom Indonesia mendukung digitalisasi sektor-sektor ekonomi di Indonesia, salah satunya dimulai dari sektor agribisnis.

"Telkom memulai pembangunan jaringan kerja digitalisasi dengan industri perikanan budidaya melalui program Digital Amoeba," katanya.

bisnis


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau