Antanan Ampuh Atasi Jerawat

Lifestyle | DiLihat : 225 | Senin, 14 Mei 2018 | 11:11
Antanan Ampuh Atasi Jerawat

Secara tradisional, kita mengenal antanan atau egagan sebagai herbal yang dapat mengobati luka. Namun dalam perkembangannya, seorang dokter menemukan khasiat bahwa antanan ampuh atasi jerawat dan mencegah bopeng akibat jerawat parah.Mengutip Liputan6.com (14/12/2015), dalam promosi Doktor di Bidang Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Titi Fauzia Moertolo, Sp.KK mengatakan, daun antanan sangat efektif mengatasi jerawat ringan, sedang, atau berat.Kandungan zat aktif seperti saponin atau senyawa titerpenoid yang terdiri atas asam (asiatic acid, madecassic acid, brahmic acid, centellic acid) atau glikosidanya (asiaticoside, madecassoside, brahmoside centelloside), minyak esensial, flavanoid, dan sterol, efektif untuk menuntaskan jerawat.

“Secara keseluruhan zat aktif yang dimiliki centella ini memiliki khasiat luar biasa untuk kesehatan kulit. Daun ini bukan sembarang herbal dan mudah ditemukan di Indonesia,” ujar dia.

Studi tersebut melibatkan 94 orang berusia 15—20 tahun, masing-masing 40 laki-laki dan 54 perempuan. Koresponden memiliki derajat jerawat ringan, sedang, dan berat. Pasien dibagi lima kelompok dan diteliti setiap hari selama 14 hari.

Selanjutnya, dokter melihat pengaruh masker dengan kandungan centella sebanyak 0,6, 0,8, dan 1 persen. Penggunaan masker dengan centella 0,8 persen dinilai telah efektif mengobati jerawat dibandingkan dengan masker tanpa centella.

“Persentasi keberhasilan masker centella jauh lebih tinggi mengobati jerawat dan mencegah skar atrofi (bopeng akibat jerawat di wajah). Hasil ini jauh berbeda dengan penggunaan bahan kimia yang cenderung memiliki efek samping. Saya melihat keluhan seperti gatal, merah, tidak ada. Dan mereka tidak perlu mengonsumsi obat sama sekali,” jelas dr. Titi.

Meski demikian, dikatakannya bahwa penelitian juga dibarengi dengan kebersihan wajah yang terjaga, diet sehat sesuai golongan darah dan menghindari minum susu. “Manusia tidak perlu minum susu, makan ikan aja,” katanya.“Saya melihat banyak klinik kecantikan melakukan pengobatan.

Di satu sisi saya senang karena banyak yang terbantu tapi sisi lain saya melihat banyak korban yang ternyata obatnya itu merugikan pasien. Dengan studi ini, saya harap ada penelitian lebih lanjut sehingga pasien tidak perlu mengonsumsi antibiotik serta mengurangi filler, roller, subsisi atau sinar laser, dengan biaya mahal,” tuturnya.

pertanianku