Pesta Panen Sayuran Organik YABN Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan

Ekonomi | DiLihat : 243 | Senin, 14 Mei 2018 | 11:06
Pesta Panen Sayuran Organik YABN Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan

KESADARAN akan pentingnya gaya hidup sehat belakangan ini semakin sering dikampanyekan. Rutin berolahraga dan mengonsumsi buah dan sayur secara seimbang menjadi sebuah langkah hidup sehat bagi hidup kita.

Namun bagaimana jika buah-buahan dan sayur yang kita konsumsi tercemar pestisida dan bahan kimia sintetis yang dapat mengakibatkan kerusakan organ dalam tubuh? Alih-alih sehat malah sakit yang akan kita dapat.

Tingginya angka kebutuhan serat dan vitamin dalam tubuh manusia setiap harinya menuntut kita untuk mengonsumsi buah dan sayur yang sehat dan bebas dari pestisida.

Penggunaan pupuk dan pengusir hama yang mengandung bahan kimia tentunya berbahaya bagi tubuh manusia dan tentu akan memiliki dampak buruk bila terkonsumsi dalam jangka waktu lama.

Salah satu solusinya adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur yang dihasilkan dari kebun organik. Sayangnya, masih sedikit lahan perkebunan di Indonesia yang melakukan penanaman dengan cara organik.

Hasil pertanian yang kita temui saat ini diperkirakan masih banyak yang terpapar bahan kimia pestisida. Kelompok tani organik Suka Maju, desa Kambitin, kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan, menjadi salah satu kelompok tani yang konsisten melakukan pertanian tanpa menggunakan bahan kimia dilahan yang dimilikinya sejak akhir tahun 2017 silam.

Meski baru, kelompok yang beranggotakan 5 orang ini, berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan tidak menggunakan bahan-bahan kimia di lahan pertaniannya.

Di atas lahan 1 hektar, Gatot Suwarno atau yang kerap disapa David bersama petani lain menanam beragam sayuran mulai dari bayam, kangkung, tomat, sawi hingga selada dengan metode pertanian organik.

“Awalnya kami pikir mengelola lahan organik sulit dilakukan namun ternyata tidak, sejak didampingi dan dilatih oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) bagaimana membuat pupuk alami dan cara mengusir hama tanaman dengan menggunakan tumbuhan tertentu kami menyadari pengembangan pertanian organik tidak sesulit yang dibayangkan,”ungkap David.

Selain pengelolaannya cukup mudah, biaya produksi yang harus dikeluarkan dalam pertanian organik juga lebih murah dibanding menggunakan pupuk kimia atau pestisida lainnya.

“Selain ramah lingkungan keuntungan dari pertanian organik adalah biaya produksinya jauh lebih murah, dan hasil panen yang didapat jauh lebih sehat," katanya.

Untuk mengenalkan secara langsung hasil yang dikembangkan oleh kelompok tani binaanya, YABN secara khusus menggelar Pesta Panen Sayuran Organik di lahan tersebut, Sabtu (12/5).

Okty Damayanti, Direktur YABN mengungkapkan bahwa lahan tersebut merupakan lahan organik pertama yang dibuka di Kabupaten Tabalong oleh YABN bersama petani binaannya.

“YABN menyadari perubahan perilaku para petani yang sebelumnya berkiblat pada pertanian kimia dan kini menjadi organik merupakan proses yang baik dan sekarang harapan untuk mewujudkan pertanian yang lebih ramah lingkungan sedikit demi sedikit dapat kita wujudkan,”ujarnya.

Program pertanian organik yang dijalankan YABN tidak terlepas dari peran serta pihak lain dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan di kabupaten Tabalong.

Bermitra dengan pemerintah daerah dan perusahaan lain, program pertanian organik di desa tersebut menjadi langkah awal untuk mempromosikan gerakan mengkonsumsi sayuran bebas bahan kimia.

Pada kesempatan tersebut Okty memberikan apresiasi kepada Kamajaja Logistics sebagai perusahaan ekspedisi yang turut mendukung program pertanian organik dengan mengirimkan bahan pertanian Soil Rejuvenator (SR) sebagai salah satu bahan penyubur tanaman organik di desa Kambitin.

Frans L Kansil, Vice President Corporate Affair Kamadjaja Logistic, mengungkapkan, upaya yang dilakukan pihaknya adalah salah satu upaya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan terutama disektor pertanian, dengan demikian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Di ulang tahun ke 50 ini melalui kerjasama program CSR yang dilakukan bersama Adaro kami meyakini bahwa secara tidak langsung dapat berkontribusi dan mengembangkan potensi sumberdaya alam dan manusia di tanah Kalimantan sehingga lebih sejahtera," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penanaman bibit sayur dilahan pertanian yang dilanjutkan dengan panen sayuran organik bebas dari bahan kimia.

Dengan program pendampingan yang dilakukan oleh YABN diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat dari sayur dan buah-buahan organik yang dihasilkan. General Manager Aston Tanjung, Panca Daru Widyasto menyambut baik program yang dijalankan YABN.

“Sayuran yang dihasilkan oleh pertanian organik ini memiliki kualitas yang sangat baik, dan ini menjadi bahan-bahan yang kami perlukan untuk disajikan kepada pengunjung Hotel kami, apalagi ini organik," ucapnya.

Pertanian organik di masa mendatang menjadi sebuah revolusi yang penting untuk dikembangkan terutama untuk mendapatkan hasil pertanian yang sehat dan menjaga lingkungan dari pencemaran bahan-bahan kimia yang berbahaya. (*)

banjarmasin.tribunnews