Desa di Jateng Ini Bisa Ekspor Gula Semut Organik ke Eropa

Inovasi Desa | DiLihat : 191 | Senin, 07 Mei 2018 | 09:49
Desa di Jateng Ini Bisa Ekspor Gula Semut Organik ke Eropa

Temanggung - Produk gula sebuk organik Indonesia rupanya cukup diminati di pasar luar negeri. Pemanis yang juga dikenal dengan gula semut ini banyak diproduksi petani-petani di Desa Soropadan, Temanggung, Jawa Tengah secara organik. 

Staf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian Kementan, Hari Priyono, menyebut gula semut kelapa organik ini merupakan salah satu komoditas yang lagi tren di pasar internasional. Selain membuka akses pasar, dia juga meminta layanan standarisasi ditingkatkan dan dipermudah.

Ekspor komoditas organik ini adalah yang perdana dilakukan dari Soropadan, Temanggung Jawa Tengah. Satu kontainer berisikan 18,5 Ton serbuk kelapa organik, akan diekspor ke negara tujuan Polandia. Selebihnya, sekitar 10 kontainer lain atau sebanyak 185 ton diekspor ke sejumlah negara Eropa antara lain Jerman, Polandia, Yunani, Inggris, dan Australia selama setahun ke depan. 

"Kementerian pertanian mendukung dan mendorong kreasi petani berupa produk olahan gula serbuk dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani," kata Hari.Kementan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan tengah melakukan pengembangan desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan. Tujuannya untuk menerapkan kegiatan budidaya perkebunan yang ramah lingkungan dengan pola pemenuhan input usaha tani secara mandiri, berbasis kepada potensi agroekosistem dan keanekaragaman hayati. 

Lokasinya tersebar di 23 provinsi, 73 kabupaten/kota, 155 Desa dengan 8 komoditas kopi, kakao, teh, kelapa, aren, lada, pala, dan jambu mete. Sementara bantuan yang diberikan yakni ternak ruminansia sapi 6 ekor/keluarga tani, kambing 30 ekor/keluarga tani. 

Bantuan lainnya yaitu palawija, pakan ternak, kandang ternak, rumah kompos, peralatan lab sederhana, pembuatan APH, MOL, dan peralatan kecil dan gerobak pengangkut. 

Capaian kegiatan sepanjang tahun 2018 yaitu jumlah pelaku organik yang telah disertifikasi 86 pelaku organik, jumlah populasi ternak kambing/domba sebanyak 1.917 ekor (sebelumnya 1.640 ekor), dan sapi sebanyak 512 ekor (sebelumnya 511 ekor).Petani mulai mandiri dalam penggunaan input produksi seperti: pupuk organik (kompos dari kotoran ternak/hijauan tanaman), MOL, dan APH. 

Pada minggu ke-2 dan ke-4 bulan Juli tahun 2017 telah dilakukan penandatanganan Letters of Intens antara kelompok tani pelaksana kegiatan pengembangan desa organik berbasis komoditas perkebunan (Provinsi Jawa Timur dan Maluku) dengan trader, dan otoritasjasa keuangan (OJK).

Rencana Ekspor tahun 2018 Jawa Timur untuk Kopi dan Banten untuk gula semut (aren). Sertifikat yang akan dituju yakni organik SNI, organik ekspor (disesuaikan dengan tujuan pasar, Rainforest Alliance dan UTZ.

Solusi pengembangan pertanian organik yaitu pemerintah memfasilitasi akses petani terhadap pelaku pasar yang memiliki kemampuan dalam pemasaran produk organik pertanian khususnya perkebunan

Pada kegiatan tersebut, terdapat stand kopi dan dilakukan penyerahan Lol dan penandatanganan MoU, dimaksudkan untuk menjamin dan membantu pemasaran produk organik perkebunan yang dihasilkan oleh kelompok tani pelaksana kegiatan Pengembangan Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan. 

Sedangkan manfaatnya adalah produk kopi dan produk lainnya hasil kelompok tani terjamin pemasarannya. Selain itu pembinaan atau pendampingan teknis (pemenuhan spesifikasi produk) dapat dilakukan bekerja sama dengan pihak swasta. (idr/hns)

detik