Pembangkit listrik limbah pertanian Rp 292,3 M pertama di Kalimantan beroperasi

Infrastruktur | DiLihat : 193 | Rabu, 25 April 2018 | 12:59
Pembangkit listrik limbah pertanian Rp 292,3 M pertama di Kalimantan beroperasi

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengoperasikan pembangkit listrik biomassa (PLTBm) pertama di Kalimantan senilai USD 21 juta atau setara Rp 292,3 miliar (Rp 13.919 per USD). Pembangkit listrik berbahan bakar limbah pertanian ini berkapasitas total 15 Megawatt (MW).General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Richard Safkaur, mengatakan pembangkit listrik swasta ini milik PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari, akan memasok listrik sebesar 74 juta kilo watt hour (kWh) per tahun ke sistem Khatulistiwa. Keberadaan PLBm yang baru beroperasi ini untuk memperkuat pasokan listrik di sistem Khatulistiwa, serta menggantikan beberapa pembangkit berbahan bakar minyak (BBM).

"Pengembangan energi baru terbarukan jadi salah satu prioritas PLN di regional Kalimantan. Saat ini di wilayah Kalbar, presentase pembangkit yang memakai minyak masih sebesar 44 persen," kata Richard, di Jakarta, Rabu (25/4).

PLTBm 1 Rezeki Siantan mulai dibangun sejak Desember 2016 berlokasi di Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Beroperasi dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber bahan bakarnya, seperti cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, ampas tebu, serbuk kayu.

"Harga material tersebut berkisar Rp 600/kg. Diperkirakan kebutuhan bahan bakar untuk memproduksi energi listrik setahunnya sebanyak 98.400 ton per tahunnya," jelas Richard.

Untuk mengalirkan listrik PLBm Siantan ke sistem Khatulistiwa, PLN juga telah membangun jaringan listrik 20 kilo Volt (kV) sepanjang 5,6 kilometer sirkit (kms) dari pembangkit ke titik interkoneksi di Gardu Induk (GI) Siantan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari Duken Kuncara mengatakan pihaknya bekerja sama dengan dinas kehutanan dan organisasi terkait untuk pasokan bahan bakar pembangkit.

"Keberlangsungan suplai bahan baku harus kami pastikan. Langkah yang kami ambil adalah menjalin kerjasama dengan pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) yang berada tersebar di Provinsi Kalimantan Barat. Kedepannya akan dijalin juga kerja sama dengan pihak pemilik lahan untuk membuat koperasi demi meningkatkan perekonomian masyarakat lokal," papar Dunken.

Dunken juga menambahkan, perusahaannya menginvestasikan dana lebih dari USD 21 juta untuk membangun PLTBm Siantan. "Dari total kapasitas terpasang 1x15 Megawatt, kami dan PLN sudah sepakat untuk menyalurkan sebesar 10 Megawatt terlebih dahulu sesuai power agreement yang sudah ditandatangani pada 2016 lalu," tandas Dunken.

liputan6


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau