Pak Tani Digital Mempertemukan Petani dengan Pembeli Akhir serta Pemangku Kepentingan

Inovasi Desa | DiLihat : 119 | Selasa, 24 April 2018 | 10:48
Pak Tani Digital Mempertemukan Petani dengan Pembeli Akhir serta Pemangku Kepentingan

MEDAN - Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.

Sebagai negara agraris, kesejahteraan petani di Indonesia masih sangat kurang. Hal ini bisa mengancam keberlangsungan pasokan pangan dan meningkatkan ketergantungan Indonesia pada produk pangan impor.

Founder Pak Tani Digital, Mahendra Sitepu mengatakan Pak Tani Digital adalah sebuah solusi terpadu berbentuk aplikasi digital yang mempertemukan petani dengan pembeli akhir serta pemangku kepentingan lainnya di bidang pertanian, yakni penjual alat-alat pertanian, pemilik angkutan, investor dan pemerintah. Melalui Pak Tani Digital, seluruh petani dapat beriklan gratis selamanya, Senin (23/4/2018).

"Ketertarikan kita memang di bidang pertanian dan keluarga kita juga keluarga petani. Selama ini masih banyak masalah pertanian yang ujung benang kusutnya enggak pernah bisa dicari solusi. Padahal semua pemangku kepentingan, stakeholder, pemerintahan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan masyarakat  sudah ikut terlibat untuk mencari solusi petani namun tetap saja petani belum sejahtera sampai saat ini. Kita membuat terobosan agar petani dengan bantuan digitalisasi dapat meningkatkan kesejahteraannya dan ini semua butuh proses," ujarnya.

Mahendra menambahkan Pak Tani Digital menyediakan kesempatan untuk petani beriklan gratis selamanya. Ini termasuk upaya secara tidak langsung untuk dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

"Melalui pasar digital petani mendapat informasi lebih cepat, harga terbuka dan bersaing, memperpendek rantai bisnis, makin kehilangan peran mafia, penimbun, serta tengkulak. Ada kemungkinan sejalannya dengan waktu petani sudah bisa menjual langsung ke pembeli akhir," katanya.

Berbagai fitur yang disediakan dalam Pak Tani Digital yang dapat memudahkan aktivitas para petani. Fitur-fitur tersebut antara lain fitur pasar online yang memungkinkan petani menjual hasil panen langsung ke pembeli akhir tanpa tambahan biaya transaksi, fitur supplier yang memudahkan petani mendapatkan alat pertanian seperti bibit, cangkul dan traktor dengan harga terbaik, fitur transporter dimana pemilik pemilik angkutan bisa mengiklankan layanan untuk mengangkut hasil pertanian bagi petani, fitur peta harga dan komoditi untuk mencegah terjadinya banjir komoditi tertentu, dan fitur koperasi yang menawarkan fasilitas pendanaan bagi petani.

Dalam mengembangkan Pak Tani Digital, Mahendra menemukan tantangan terutama karena banyaknya petani di Indonesia yang masih belum terbiasa dengan penggunaan ponsel pintar.

"Kami berusaha mengedukasi petani agar mereka memulai untuk digitalisasi dan mulai beriklan di Pak Tani Digital. Edukasi juga kami berikan kepada rantai-rantai yang dekat dengan petani contoh anaknya yang sudah punya smartphone, tetangga, koperasi dan kelompok tani. Ketika beriklan enggak bisa seperti sulap sekali dalam semalam, jadi ada proses dan butuh waktu untuk mendapatkan hasilnya," ujar Mahendra.

Yang lebih menariknya ia menyarankan agar petani beriklan jauh-jauh hari sebelum panen. Bahkan ketika petani masih menanam, para petani sudah bisa beriklan sebab sudah ada basis data sehingga dapat dilirik pembeli-pembeli potensial.

Dalam waktu dekat, tepatnya tanggal 27 Maret 2018 di Penang Corner Jalan Dr. Mansyur, Medan, Pak Tani Digital akan membuat acara diskusi panel dengan tema inovasi pertanian dan regenerasi petani muda di era digital.

"Kesejahteraan petani itu tergantung inovasi, kita tahu regenerasi petani -2 persen per tahun, NTP (Nilai Tukar Petani) berkisar 101,3. Regenerasi petani menurun yang dapat mengancam ketahanan pangan kita. Kita ingin membuka wawasan bahwa petani modelnya tidak seperti dulu, apalagi untuk generasi milenial agar berinovasi dan menggunakan teknologi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan profesi petani diminati kembali," jelasnya.

Dalam bisnis startup ini Mahendra mendapatkan kepuasan batin karena dapat melaksanakan misi sosial yang dapat membantu para petani menjadi lebih sejahtera.

"Mari bergabung di Pak Tani Digital dengan download aplikasi Pak Tani Digital atau kunjungi websitenya www.paktanidigital.com, majulah petani Indonesia," tutupnya

tribunnews