Mahasiswa Indonesia di Australia Diajak Membangun Desa

Kabar Desa | DiLihat : 222 | Senin, 23 April 2018 | 10:59
Mahasiswa Indonesia di Australia Diajak Membangun Desa

Melbourne - Upaya Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa), Eko Putro Sandjojo, untuk melibatkan mahasiswa dalam pembangunan desa, tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Ajakan serupa juga dilakukan terhadap mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Eko saat menjadi pembicara dalam acara Australia Indonesia Business forum (AIBF) 2018, di Monash University, Melbourne, Australia, Sabtu (21/4).

Dalam acara bertema Breaking Barriers Discovering My Courage tersebut, Eko memberikan motivasi kepada para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menuntut ilmu di negeri Kanguru dapat sukses, dan nantinya akan kembali pulang kampung untuk membangun desa.

"Masih banyak potensi desa yang perlu digali dan dikembangkan. Dan itu membutuhkan tenaga-tenaga ahli. Karena itu, Anda semua nantinya sangat dibutuhkan di desa," kata Eko.

Belakangan, Eko memang terbilang aktif menjalin komunikasi dengan pihak kampus dalam meningkatkan pembangunan di desa. Apalagi, dana desa yang sudah bergulir di Indonesia sejak 2015, mendapat apresiasi dari dunia.

Eko menyebutkan, sedikitnya ada 13 negara akan mengusulkan ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mewajibkan seluruh negara berkembang menerapkan program dana desa.

"Perubahan itu telah ditinjau secara langsung oleh negara-negara seperti dari Asia Pasifik. Dengan diakui oleh dunia, sudah seharusnya PBB mewajibkan program dana desa di seluruh negara berkembang," tambahnya.

Eko menyebutkan, salah satu negara yang belum lama ini mengirimkan delegasinya ke Indonesia adalah Malaysia. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengetahui secara langsung program dana desa.

"Menteri Kemajuan Luar Bandar Malaysia telah datang ke Indonesia dan telah mengirimkan puluhan delegasinya agar belajar ke Indonesia untuk menerapkannya di Malaysia. Padahal desa-desa di Malaysia lebih maju dari desa di Indonesia. Saya beberapa kali diminta untuk berdiskusi terkait program dana desa di sejumlah negara," imbuhnya.

Eko menyampaikan, walaupun telah diakui dunia, masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan dalam membangun desa. Oleh karena itu, diperlukan partisipasi para mahasiswa untuk membantu membangun desa.

"Mahasiswa yang merupakan calon pemimpin, sudah seharusnya berpikir untuk mencari solusi di setiap persoalan program dana desa. Kalau kalian berpikir begitu, Insya Allah para mahasiswa dapat mengubah dunia ini," tandasnya.

suara pembaruan 


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau