Pembangunan Jalan di Papua Guna Buka Keterisolasian

Infrastruktur | DiLihat : 298 | Senin, 16 April 2018 | 13:08
Pembangunan Jalan di Papua Guna Buka Keterisolasian

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kelancaran konektivitas di Pulau Papua. Pada tahun 2017, Jalan Trans di Provinsi Papua Barat sepanjang 1.070,62 km telah tersambung dengan rincian 58,97% sudah beraspal dan sisanya jalan tanah. Pembangunan jalan di Papua bertujuan membuka keterisolasian daerah terpencil, mengurangi biaya kemahalan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan masyarakat sudah mulai merasakan manfaat keberadaan Jalan Trans Papua dan Jalan Perbatasan Papua.

“Pembangunan Jalan Trans Papua terus dilanjutkan dan ditargetkan akhir tahun 2019 bisa tersambung seluruhnya,” kata Menteri Basuki Hadimuljono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

Penyelesaian Jalan Trans di Papua Barat sebagai bagian dari Jalan Trans Papua adalah perwujudan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dalam membangun Indonesia dari pinggiran dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Saat bertemu Menteri Basuki, Gubernur Papua Barat, D. Mandacan, mengajak untuk mencoba jalan Segmen II dari Manokwari-Wasior hingga perbatasan dengan Provinsi Papua dan menginap di Wasior sesudah Lebaran mendatang.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Papua Barat, Yohanis Tulak Todingrara, saat ditemui di Sorong, mengatakan Jalan Trans Papua Barat terbagi menjadi dua segmen/ruas, yaitu segmen I Sorong-Maybrat-Manokwari (594,81 km) yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Papua Barat yakni Kota Sorong dan Manokwari yang kini dapat ditempuh dalam waktu 14 jam.

Ruas jalan ini juga terhubung dengan Pelabuhan Arar sebagai pelabuhan tol laut yang merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Kondisinya hingga akhir 2017 adalah 81,6% sudah beraspal, perkerasan tanah sepanjang 109,24 km dan diperlukan perbaikan geometrik jalan sepanjang 13,5 km.

 Sementara itu, segmen II Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua telah berhasil tembus pada Desember 2017. Dari panjang 475,81 km, kondisi beraspal sepanjang 145,41 km, perkerasan tanah 330,41 km dan perlu perbaikan geometrik jalan sepanjang 38,24 km.

Tantangan dalam pembangunan jalan Trans baik di Papua dan Papua Barat adalah kondisi alam yang masih berupa hutan, pegunungan dan cuaca. Di samping itu ketersediaan material konstruksi juga terbatas di Papua, namun pihaknya tetap berupaya keras mengutamakan pemanfaatan material yang tersedia di Pulau Papua.

Tahun 2018, anggaran jalan di Papua Barat sebesar Rp1,6 triliun. Dana tersebut untuk perbaikan geometri jalan dan pembangunan 125 jembatan. Ditargetkan akhir tahun 2018, 60,14% Jalan Trans Papua Barat sudah beraspal dan terus meningkat menjadi 64,56% jalan beraspal pada akhir tahun 2019.

wartaekonomi



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau