Selain Padat Karya, Mendes Dorong Desa di Kotamobagu Miliki Produk Unggulan

Kabar Desa | DiLihat : 279 | Senin, 16 April 2018 | 11:19
Selain Padat Karya, Mendes Dorong Desa di Kotamobagu Miliki Produk Unggulan

KOTAMOBAGU - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menilai pembangunan infrastruktur di sejumlah desa di Kotamobagu, Sulawesi Utara, sudah terlihat sudah cukup memadai, sehingga dana desa perlu digunakan untuk  pemberdayaan ekonomi dan masyarakat khususnya di sektor agribisnis.

"Oleh karena itu, saya minta agar penggunaan dana desa dapat digunakan untuk pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat," kata Eko Putro Sandjojo dalam siaran persnya, Jumat (13/4/2018).  Mendes mengaku telah meninjau sejumlah desa yang ada di Kotamobagu. Di Desa Bilalang, Eko meninjau lokasi pembangunan proyek yang dilakukan secara padat karya. Terdapat tiga proyek pembangunan padat karya tunai dengan menggunakan anggaran dari dana desa Rp 831 juta yakni jalan paving blocksepanjang 527 meter, saluran air 265 meter dan gorong-gorong.

Dalam proyek-proyek tersebut, masyarakat yang bekerja mendapat upah Rp100.000. "Saya lihat proses pembangunannya dengan padat karya tunai sudah berjalan dengan baik. Apalagi, kaum perempuan juga turut membantu dalam pengerjaannya. Ini sangat bagus sekali."

Menteri Desa juga mendorong setiap desa atau kawasan mempunyai satu produk unggulan sehingga bisa dikembangkan bersama lintassektor. "Kami mendorong, apa yang dinamakan produk unggulan kawasan perdesaan (prokades) sehingga bisa dikeroyok bersama kementerian lain dan dicarikan mitra dari swasta," katanya.

Ia mencontohkan kerjasama antara Kabupaten Tulang Bawang, PT Central Pertiwi Bhakti (CPB), dan Bank BTPN untuk merevitalisasi tambak udang di Desa Bratasena Adiwarna, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Setelah program itu ada 13.000 petambak udang yang kembali membudidayakan udang dengan keuntungan Rp4 juta lebih per bulan.

Ia juga mencontohkan keberhasilan di Desa Pujon Kidul, Kab Malang yang membangun agrobisnis dan agrowisata setelah membuat pipa air dari gunung sehingga daerah tandus menjadi subur."Gaji kepala desanya sampai 25 juta per bulan," ungkanya.

Terkait potensi di Bolaang Mongondow, Menteri Desa menilai dana desa bisa didorong untuk membangun kawasan wisata dan pengolahan hasil pertanian.

Menteri menilai, kabupaten itu diapit oleh laut dan perbukitan sehingga memiliki potensi pariwisata yang bagus, apalagi akan dibangun bandar udara untuk memudahkan wisatawan datang.

Selain itu, kabupaten di sebelah barat kota Manado itu mempunyai areal pertanian yang luas dengan produk unggulan beras, jagung, kelapa dan kopi menjadikan daerah itu berpotensi dikembangkan industri pengolahan hasil pertanian.

Sementara Bupati Bolaang Mongondow, Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan badan usaha milik desa di wilayahnya akan difokuskan pada pengembangan wisata dan agrobisnis.

"Saya mengajak swasta untuk membangun industri pengolahan hasil pertanian dan kawasan wisata. Saya akan permudah izinnya, kalau bisa satu hari selesai," katanya.

bisnis



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau