Kurangi Dampak Negatif Gadget, Tabanan Siapkan Wisata Belajar Bercocok Tanam

Potensi Desa | DiLihat : 214 | Kamis, 12 April 2018 | 10:55
Kurangi Dampak Negatif Gadget, Tabanan Siapkan Wisata Belajar Bercocok Tanam

MESKI telah menjadi daerah wisata paling maju di Tanah Air, Bali tak pernah berhenti mengeksplorasi daerahnnya untuk dijadikan lokasi wisata baru dan terbarukan. Misalnya saja di daerah Kabupaten Tabanan.

Walau keindahan Tanah Lot sudah tersohor dan tak pernah sepi pengunjung, baik dari wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara, Tabanan terus menambah destinasi wisata yang dapat menarik minat pengunjung untuk kembali datang. 

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, saat ini Tabanan sedang mempersiapkan desa wisata yang menyediakan berbagai tumbuh-tumbuhan yang bisa dibudidayakan. Seperti tanaman obat, sayur, dan buah.

"Targetnya untuk anak-anak. Jadi anak sekarang enggak hanya main gadget. Mereka harus tahu pohon tomat, pohon cabai, pohon jeruk, kunyit, pisang, dan berbagai tanaman lainnya," ungkap Ni Putu Eka seperti dikutip dari Okezone, di Kawasan Kabon Sirih Jakarta Pusat, belum lama ini.

Soal lokasi wisata bercocok tanam, ia menyatakan akan dibuat di beberapa desa yang wilayahnya mendukung. Konsepnya anak-anak menginap di homestay dan mereka diberi kegiatan menanam dan memetik buah sambil belajar.

"Wisata desa dengan tinggal dan tidur di rumah kampung itu bagus. Tapi di sana enggak ada signal. Ada bagusnya juga anak-anak jadi enggak pegang ponsel terus. Mereka jadi fokus ingin tahu soal alam," sambungnya.

Bagi Ni Putu Eka, sejauh ini beberapa contoh desa wisata, seperti di Kerobokan, peminatnya cukup banyak. Bahkan orang dewasa sangat terarik. Mereka ke sawah, menanam padi, memetik buah, dan menggiling padi.

"Itu menyenangkan. Bagi anak manfaat mengenal tanaman budidaya itu bagus. Di Bali orang-orang enggak pusing harga cabai naik, bawang langka, susah cari obat tradisional. Di Bali hampir semua rumah menanam tanaman yang penting-penting, yang hasilnya untuk di konsumsi. Jadi ngapain marah harga-harga naik, orang kita bisa menanam. Bali enggak mengenal krisis, semuanya ada," kata Eka.

Eka Yakin wisata desa dengan konsep homestay dan bercocok tanam ini akan berkembang dan berhasil. Sebab bagi orang-orang di perkotaan ini langka dan memberi pengalaman baru.

okezone