Bendungan Jatibarang Jadi Percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Infrastruktur | DiLihat : 292 | Jumat, 06 April 2018 | 11:41
Bendungan Jatibarang Jadi Percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencoba mereplikasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Jatibarang di Semarang, Jawa Tengah. Itu karena sumber listrik operasional bendungan dapat disediakan secara mandiri.

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah memasang 936 panel surya berukuran 1,6 meter x 1 meter pada lereng utara Bendungan Jatibarang. Fasilitas ini dapat menghasilkan listrik sebesar 304,2 kilowatt-peak (kWp), atau setara 291.000 kilowatt-jam (kWh) per tahun.Melalui proyek pemasangan tersehut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan, itu berdampak pada sumber listrik untuk operasional bendungan yang dapat disediakan secara mandiri.

"Pembangunan panel surya di Bendungan Jatibarang ini merupakan proyek percontohan dalam rangka mengoptimalkan aset bendungan," ucap dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Keunggulan PLTS di bendungan ini adalah tidak memerlukan pembebasan lahan sehingga bisa dibangun dengan cepat, mudah dalam pemeliharaan, dan bisa diintegrasikan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

Adapun listrik yang dihasilkan dari sana dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional waduk, sementara kelebihan daya yang ada akan diserahkan kepada Perusahaan Listrik (PLN).

Potensi di Bendungan Lain

Beberapa Bendungan lain di Jawa Tengah yang memiliki potensi untuk pemasangan panel surya yakni Bendungan Lalung dan Bendungan Delingan di Karanganyar, dengan potensi masing-masing sebesar 1.000 kWp.

Selain untuk operasional bendungan, ketersediaan listrik juga dapat menunjang pengembangan potensi wisata, misalnya dengan pembuatan lampu dan air mancur hias yang membutuhkan sumber daya listrik relatif besar.

Seperti di Bendungan Jatibarang, selain memberikan manfaat suplai air irigasi dan air baku, pemandangan di sekitar bendungan sangat bagus sehingga kini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Semarang. Daya tarik lainnya adalah keberadaan objek wisata Goa Kreo yang dihuni satwa khas seperti kera.

Untuk pengembangan lebih lanjut, Kementerian PUPR akan menggandeng Kementerian ESDM sebagai dukungan terhadap program pengembangan Energi Baru & Terbarukan, serta Kementerian BUMN yang membawahi perusahaan listrik PT PLN untuk kerjasama pengoperasian PLTS.

liputan6



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau