Lalapan atau Sayuran Matang, Lebih Sehat Mana?

Lifestyle | DiLihat : 448 | Jumat, 06 April 2018 | 10:12
Lalapan atau Sayuran Matang, Lebih Sehat Mana?

Sayuran merupakan “pabrik” vitamin, mineral, anti-oksidan, dan serat pangan. Kondisi tubuh yang bugar dan awet muda dapat dicapai dengan mengonsumsi sayuran secara teratur dalam porsi yang cukup. Akan tetapi, dibuat lalapan atau sayuran matang, sebenarnya mana yang lebih menyehatkan? 

Secara dominan, sayuran mengandung vitamin C  dan B komplek. Beberapa sayuran juga merupakan sumber vitamin A, D, dan E. Mineral yang banyak terdapat pada sayuran adalah zat besi, seng, mangan, kalsium, dan fosfor. Namun, menyantap sayuran baiknya mentah atau matang?

Tidak semua sayuran dapat dikonsumsi mentah. Ada beberapa jenis sayuran dapat dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu. Dan, ada pula beberapa sayuran yang perlu diolah dahulu misalnya direbus, dikukus, atau disangrai (tumis).

Pada prinsipnya, sayur yang dapat dikonsumsi tanpa dimasak lebih baik disantap segar karena sejumlah nutrisi seperti vitamin C sangat sensitif terhadap panas. Dengan begitu, semakin lama sayuran tersebut dimasak, maka zat gizi semakin rentan mengalami kerusakan.

Walaupun demikian, tidak semua sayuran lebih bagus jika dimakan mentah. Sebab, dengan proses memasak akan membantu memecah dinding sel tumbuhan, membuat  nutisi yang terkandung di dalamnya lebih mudah dicerna.

Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa sayuran mentah lebih berisiko tertular bakteri penyakit dari tinja manusia dan mengandung pestisida. Oleh sebab itu, diperlukan keahlian dalam proses memasak sayuran agar nilai gizinya tidak hilang.

Salah satu alternatif agar sayuran mentah aman dikonsumsi adalah dengan melalui proses blansir. Proses blansir adalah mencelupkan sayuran utuh ke dalam air mendidih selama lima menit. Kemudian, sayuran tersebut diangkat lalu disiram dengan air mineral yang bersuhu normal.

Untuk sayuran yang harus dikonsumsi matang, bisa dibuat dengan cara menumisnya menggunakan api besar agar sayuran cepat matang, namun gizi tidak hilang. Pastikan agar warna sayuran hijau tidak berubah menjadi lebih tua yang menandakan terlalu lama dimasak.

Selain itu, gunakanlah bumbu sesederhana mungkin seperti hanya membubuhkan garam dan merica saja pada tumisan untuk menghindari penurunan nilai gizi yang dimilikinya.

pertanianku 



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau