Terus Berinovasi, BRG Kembangkan Wisata Gambut

Potensi Desa | DiLihat : 397 | Kamis, 29 Maret 2018 | 12:21
Terus Berinovasi, BRG Kembangkan Wisata Gambut

Wisata ke puncak gunung yang mendebarkan? Sudah. Rekreasi ke pantai yang eksotik? Sudah. Jalan-jalan ke lahan gambut? Kamu bercanda kan.

Gambut identik dengan tanah miskin hara dan tergenang air setiap tahun, tetapi saat musim kemarau mudah terbakar seperti yang pernah terjadi pada 2015.

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla telah melakukan tindakan cepat dan nyata dengan mendirikan Badan Restorasi Gambut (BRG) pada 6 Januari 2016 melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016.

Lembaga ini bertugas mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan. Selain itu, BRG merancang dan mengembangkan pemanfaatan gambut yang berkelanjutan.

BRG juga menggalang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan restorasi gambut dan bahkan memfasilitasi aksi riset untuk mendukung pengelolaan ekosistem gambut.

Deputi II bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan BRG Dr. Alue Dohong berpendapat lahan gambut bisa menjadi tujuan wisata alam yang potensial.

Salah satu pendekatan yang diterapkan BRG dalam restorasi gambut adalah revitalisasi ekonomi penduduk lokal (revitalization of local livelihood).

Menurut Alue, ada tiga basis dalam pengembangan revitalisasi tersebut. Pertama, revitalisasi berbasis lahan, seperti pengembangan paludikultur atau tanaman lahan basah yang tak memerlukan drainase.

Kedua, revitalisasi berbasis air, seperti perikanan. Ketiga, revitalisasi berbasis jasa lingkungan, seperti ekowisata. “Pariwisata seperti ini bisa juga kita dorong untuk dikembangkan di lahan-lahan gambut Indonesia,” kata Alue.

Wisata kunang-kunang, Kampung Kuantan Fireflies Park Kuala Selangor di Malaysia bisa menjadi contohnya, demikian Alue.

Lebih jauh Alue mengatakan pendekatan revitalisasi menjadi pendukung bagi dua pendekatan lainnya dalam restorasi gambut, yaitu pembasahan gambut (rewetting) dan penanaman kembali tanaman asli gambut (revegetation). Ketiga pendekatan itu disebut juga dengan 3R (rewetting, revegetation, revitalization).

Tempat wisata berlahan gambut yang bisa dijadikan contoh adalah Taman Nasional Sebangau di Provinsi Kalimantan Tengah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan Taman Nasional Sebangau harus menjadi contoh pengelolaan lahan gambut minimal untuk Indonesia.

“Potensi sumber daya alam di kawasan Taman Nasional Sebangau sangat beragam sehingga harus dikelola dengan baik. Selain itu, pengelola juga harus berinovasi guna meningkatkan daya saing,” kata Siti.

Pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan taman nasional tersebut menjadi pusat pertumbuhan daerah sehingga harus dikelola bersama-sama.

Ketua DPC Asosiasi Penyelenggara Wisata Indonesia Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kalimantan Timur I Gusti Bagus Putra mengatakan wisata gambut di Indonesia belum dikenal.

“Ini sangat bagus sebagai pionir untuk pengembangan pariwisata. Tentu di dalamnya ada restoran, pasar terapung atau floating market ditambah perahu baik tradisional maupun terbuat dari fiber dan fitur permainan anak-anak dan tempat memancing,” kata I Gusti.

Dia juga mengusulkan kehadiran museum mini di area gambut yang berisi replika satwa langka dan tanaman khas di Kalimantan seperti burung enggang atau rangkong, orangutan, bekantan, anggrek hitam, dan sebagainya.

Pemerintah menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas di tahun 2018. Anna Christina Sinaga, tenaga ahli Kedeputian III BRG, mengatakan pertumbuhan pariwisata Indonesia naik 22 persen di tahun 2017.

“Dibandingkan dengan pertumbuhan pariwisata ASEAN, pertumbuhan wisata Indonesia tiga kali lipat. Dibandingkan pertumbuhan pariwisata dunia, wisata Indonesia naik hampir empat kali lipat,” kata Anna pada acara diskusi pariwisata di ajang Minangkabau Summit 2018 di Padang, Sumatera Barat, Rabu (7/2).

Sektor pariwisata turut menyumbang besar bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Diharapkan sektor ini juga menunjang pemberdayaan ekonomi penduduk di area gambut jika pariwisata di lahan ini sudah berjalan.

sportourism