Pemerintah Bebaskan Pajak Mobil Desa

Kabar Desa | DiLihat : 388 | Kamis, 29 Maret 2018 | 10:37
Pemerintah Bebaskan Pajak Mobil Desa

JAKARTA – Mobil desa tidak akan dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Harapannya harga mobil ini bisa lebih murah sehingga tidak membebani masyarakat desa yang menjadi sasaran penggunanya.

“Perpajakan kita sudah urus bahwa hanya nol saja dalam paket yang sudah kita rencanakan,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Gedung Kemenperin, Jakarta. Menurut Menperin, kebijakan itu diharapkan bisa mendorong percepatan penciptaan dan produksi mobil perdesaan untuk menunjang kegiatan pertanian dengan memaksimalkan komponen dalam negeri. Mobil desa merupakan bagian dari program alat mekanisme multifungsi perdesaan (AMMDes) untuk memacu kegiatan ekonomi perdesaan dan penguasaan teknologi auto motif. “Alat transportasi ini dirancang dengan fungsi multiguna untuk memobilisasi hasil-hasil pertanian dari desa ke kota,” kata Airlangga. 

Mobil ini akan dilengkapi spesifikasi teknis khusus untuk bisa mengakses daerah-daerah yang selama ini pembangunan infrastrukturnya tertinggal. Selain itu, disematkan pula fungsi alat produksi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di perdesaan. AMMDes diharapkan dapat membantu kelompok usaha bersama (KUB) di desa-desa. Menperin menambahkan, selain dukungan berupa fasilitas perpajakan tersebut, pengembangan mobil desa juga membutuhkan dukungan teknis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai kelayakan jalan. Selain itu, juga dukungan dari Kepolisian RI mengenai registrasi kendaraan dan dukungan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) terkait standardisasi.

Kemenperin berupaya mempercepat pengembangan program AMMDes untuk memacu kegiatan ekonomi pedesaan dan penguasaan teknologi auto motif. Hal ini sejalan dengan semangat Nawacita untuk membangun Indonesia ke depan. Airlangga mengatakan, AMMDes merupakan langkah strategis dan inovatif. Sebab program ini memiliki banyak keunggulan untuk meningkatkan perekonomian daerah yang pada umumnya bekerja di sektor pertanian. “Melalui program pengembangan kendaraan perdesaan dapat meningkatkan perekonomian di perdesaan,” ujar Airlangga.

Salah satu produsen AMMDes adalah PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI). Perusahaan ini siap meluncurkan mobil pedesaan merek KMW (Kiat Mahesa Wintor). Mobil ini merupakan hasil kolaborasi dari PT Kiat Inovasi yang memproduksi kendaraan perdesaan Mahesa dan PT Velasto Indonesia yang memasarkan alat angkut pertanian, Wintor. Menurut Direktur Velasto Indonesia, Reza Treistanto, prototipe KMW sudah menjalani pengujian sejak bulan ini. Namun, kata dia, uji ketahanan di jalan raya baru akan berlangsung pada Mei mendatang. Setelah semua pengujian rampung, PT KMWI selaku produsen KMW akan mendirikan dua pabrik perakitan.

“Rencananya akan berlokasi di Klaten dan Bekasi,” kata dia di Kantor Kemenperin Jakarta, kemarin. Reza mengatakan, KMW akan dipasarkan dalam beberapa tipe, yakni mobil bak dan dump truck ringan dilengkapi penggerak hidrolik, mobil penumpang biasa, kendaraan flat deck alias bak rata, mobil pikap, hingga kendaraan bisa diintegrasikan dengan alat pertanian. “Khususnya untuk peralatan pascapanen seperti mesin giling padi,” ujarnya.

okezone



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau