Teknologi ini sulap sampah jadi tumpukan Rupiah

Inovasi Desa | DiLihat : 381 | Rabu, 28 Maret 2018 | 14:11
Teknologi ini sulap sampah jadi tumpukan Rupiah

Teknologi Manajemen Sampah Zero (Masaro) dapat menjadikan sampah plastik bekas, rumah tangga atau sampah pasar bernilai ekonomi tinggi. Teknologi ini dapat menghasilkan berbagai bahan daur ulang berupa kertas, kaca, logam, bahan bakar minyak, bahan aspal plastik, pupuk organik, bahan pakan ternak dan kompos.

"Dengan Masaro pengelolaan sampah dapat dilakukan ditingkat desa atau kecamatan dan tidak diperlukan lagi TPS dan TPA yang selama ini banyak dikeluhkan Oleh masyarakat," ujar Wakil Ketua Asosiasi Industri Petrokimia Olefin, Aromatik dan Plastik (Inaplas), Suhat Miyarso, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (27/3).

Dia menjelaskan masaro juga melibatkan perangkat yang sudah ada seperti bank sampah, pelapak sampah, pengangkut sampah, pendaur ulang sampah dan aplikasi teknologi digital untuk membangun sinergi dan meningkatkan efektivitas pengolahan sampah.

Kemudian, salah satu proyek percontohan Masaro, yaitu di Indramayu telah membuktikan bahwa semua sampah termasuk kantong belanja Plastik bekas, sampah rumah tangga atau sampah pasar yang membusuk, mempunyai nilai ekonomi yang bisa ditingkatkan menjadi produk yang lebih berharga sehingga menguntungkan secara finansial.

"Dengan demikian semua jenis sampah dapat ditangani dengan baik dan benar sehingga tidak ada sampah yang mencemari pemukiman, sungai dan laut seperti sekarang," tutur Suhat.

Sementara itu, pencanangan kembali pengenaan cukai untuk kantong belanja plastik mulai awal tahun ini oleh pemerintah akan berdampak luas kepada industri Plastik yang terkait yang sebagian besar berupa industri kecil dan menengah.

Suhat meminta kepada pemerintah agar rencana pengenaan cukai kantong belanja plastik dapat dihapuskan dan diganti dengan pemberian dukungan kepada industri plastik sehingga dapat memberikan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPH) yang lebih besar dari pada penerimaan cukai kantong belanja plastik.

"Proyek Masaro didaerah kerja masing-masing sehingga bisa dicontoh oleh BUMDES setempat untuk mendirikan industri pengolah sampah," pungkas Suhat.



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau