Stevia, Kabar Manis untuk Penderita Diabetes

Lifestyle | DiLihat : 415 | Rabu, 14 Maret 2018 | 14:13
Stevia, Kabar Manis untuk Penderita Diabetes

Jakarta - Pemanis merupakan senyawa kimia yang ditambahkan dan digunakan sebagai bahan keperluan produk olahan pangan, industri serta minuman dan makanan kesehatan. Pemanis yang digunakan dalam industri yaitu pemanis alami (gula sukrosa) dan pemanis buatan (sakarin dan siklamat). Pemanis alami (gula sukrosa) memiliki kalori yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan kegemukan dan diabetes. Sedangkan pemanis buatan (sakarin dan siklamat) apabila dikonsumsi secara terus-menerus dengan jangka waktu lama dapat menyebabkan penyakit kanker. Hubungan antara penyakit diabetes dan gula adalah akibat adanya konsumsi yang berlebihan, sehingga membuat pankreas bekerja telalu keras untuk memproduksi insulin dalam menormalkan gula dalam darah. Pankreas yang bekerja terlalu keras ini lama kelamaan akan menurunkan produksi insulin yang pada akhirnya kadar gula dalam tubuh menjadi meningkat dan akan mengakibatkan diabetes.

Indonesia masih menggantungkan kebutuhan bahan pemanis dari tebu. Disisi lain, kebutuhan gula  masih belum mencukupi kebutuhan nasional, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus dilakukan inpor. Alternatif kebutuhahan gula dapat digantikan dengan bahan pemanis stevia. Peluang yang lain dengan perkembangan masyarakat Indonesia yang memahami pentingnya kesehatan, penggunaan pemanis yang menyebabkan penyakit deabetes semakin dikurangi. Peluang yang terbuka lebar ini perlu adanya dukungan dari penelitian. Diantaranya yaitu teknik perbanyakan bibit yang efektif dan efisien, identifikasi kesesuaian lahan dan perbaikan pascapanen. Beberapa perbaikan itu seperti, kepastian pangsa pasa, harga dan dukungan pemeritah berupa dana pengembangan penelitian stevia.

Stevia (Stevia rebaudiana bertoni M.) merupakan tanaman yang berbentuk perdu yang dikenal dengan rasa manisnya, nonkalori, mengandung stevioside dan rebaudioside. Tanaman stevia berasal dari  Amerika Selatan, Jepang, China dan Korea Selatan. Ada sekitar 200 jenis stevia yang berada di Amerika Selatan, namun hanya Stevia rebaudiana yang digunakan sebagai pemanis. Pada 1970-an tanaman stevia telah banyak digunakan secara luas sebagai pengganti gula. Bahkan, di Jepang hampir sekitar 5,6 persen gula yang dipasarkan adalah berasal dari daun stevia atau yang dikenal dengan nama Sutebia.

Sementara di Indonesia pemanis yang digunakan adalah gula yang bahan bakunya dari tebu, kelapa, dan aren. Lebih lanjut, stevia memiliki beberapa keunggulan antara lain tingkat kemanisannya yang mencapai 200-300 kali kemanisan tebu. Tidak hanya itu, perdu ini memiliki kalori lebih rendah dan bersifat nonkarsinogenik. Maka, mengonsumsi stevia lebih aman bagi penderita diabetes dan obesitas.

Stevia dapat tumbuh dengan baik pada  ketinggian 500-1.000 meter di atas permukaan laut. Sedangkan di dataran rendah, stevia akan cepat berbunga dan mudah mati, apabila sering dipanen. Suhu yang cocok berkisar antara 14-270 derajat celcius dan cukup mendapat sinar matahari sepanjang hari. 

Terdapat beberapa cara untuk memperbanyak stevia, yaitu perbanyakan dengan biji, stek batang, stek pucuk, dan kultur jaringan. Bagian tanaman ini yang digunakan sebagai pemanis adalah daunnya. Daun stevia dapat langsung digunakan sebagai pemanis.

Pemanfaat daun stevia ini dapat dilakukan dengan cara dikeringkan dibawah sinar matahari, dilakukan dengan alas berupa plastik, tampi atau jenis alas lainnya secara bertahap. Daun akan kering selama delapan jam, kemudian daun dibalik dan dilakukan selama kurang lebih 12 jam. Pengeringan tidak terlalu lama atau lebih dari 12 jam agar tidak terjadi penurunan steviosida-nya. Pengeringan daun stevia juga dapat dilakukan dengan menggunakan oven dengan suhu 70 derajat celcius selama dua menit. Setelah daun mengering kemudian ditumbuk dibuat seperti serbuk. Serbuk ini dapat dikonsumsi langsung sebagai pemanis.
 
Pemanfaatan daun stevia sudah direkomendasikan oleh para peneliti aman untuk penderita diabetes. Sejak 2008, FDA (Food and Drug Administration) mengizinkan stevia digunakan sebagai bahan tambahan pangan. FDA menggolongkan stevia dalam kategori GRAS (Generally Recognize As Safe) dengan batas konsumsi ADI (Acceptable Daily Intake) sebanyak 4 miligram per kilogram berat badan per hari. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan daun Stevia adalah kandungan pestisida yang berlebihan atau bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Namun demikian, seberapa banyak kandungan atau batasan pestisidanya belum dilakukan penelitian.

sumber : rilis.id & Humas Balitbangtan



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau