Penggunaan Satelit di Pertanian Agar Anak Muda Mau Bertani

Ekonomi | DiLihat : 331 | Selasa, 13 Maret 2018 | 10:59
Penggunaan Satelit di Pertanian Agar Anak Muda Mau Bertani

SENAYAN---Bayer Digital Farming dikenalkan bagi generasi muda di Indonesia untuk menjadi booster agar mau menjadi petani.

Data menjadi kunci dalam segala usaha. Termasuk bidang pertanian yang menuju pertanian digital (digital farming). Di Indonesia, tidak sedikit orang yang menganggap Bayer hanya sebagai perusahaan perawatan kesehatan.

Namun, lewat divisi Crop Science juga fokus pada pertanian. Bisnis Crop Science dibagi menjadi dua segmen yakni Crop Protection/Seeds yang memasarkan bibit unggul dan produk perawatan untuk manajemen hama secara kimiawi dan biologis.

Selain itu Environmental Science berfokus pada aplikasi non pertanian, dengan portofolio lengkap untuk produk pengendalian hama dan pelyanan untuk beberapa area.

Mulai perumahan, perkebunan, hingga kehutanan.

"Dengan menggabungkan kekuatan naluri petani dengan teknologi seperti citra satelit, dan GPS, kami dapat membantu petani membuat keputusan terbaik setiap hari, bulan, musim, atau tahun," kata Head of Region APAC 1 Crop Science Division Bayer Jens Hartmann kepada wartawan baru-baru ini.

Mulai perumahan, perkebunan, hingga kehutanan.

"Dengan menggabungkan kekuatan naluri petani dengan teknologi seperti citra satelit, dan GPS, kami dapat membantu petani membuat keputusan terbaik setiap hari, bulan, musim, atau tahun," kata Head of Region APAC 1 Crop Science Division Bayer Jens Hartmann kepada wartawan baru-baru ini.

Ia mengatakan, digitalisasi pertanian akan membuat dunia pertanian menjadi tempat yang aman dan lebih mudah diprediksi, memberdayakan petani untuk melakukan apa yang terbaik untuk saat ini dan masa depan.

"Evolusi pertanian menuju industri digital dengan penggunaan informasi berbasis data untuk pengambilan keputusan yang lebih cerdas, eksekusi lahan yang lebih tepat dan membantu memprediksi kemungkinan risiko yang bisa terjadi sehingga bisa bertindak lebih efektif," katanya.

Ini Cara Kerja Pertanian Digital
1. Satelit memindai lapangan untuk memberikan model tahapan pertumbuhan dan gambar inframerah yang mengindikasikan area yang memiliki faktor stres. 
Dengan data terpadu lainnya akan membantu menciptakan rekomendasi yang layak untuk memungkinkan peningkatan hasil sambil mempertimbangkan jejak lingkungan.

2. Sensor di sawah memungkinkan petani untuk mengetahui status sawah mereka secara dekat. 
Petani akan mendapatkan informasi mengenai waktu perlindungan sawah secara spesifik dan mengunduh peta apliasi variabel wilayah di lapangan. 
Lewat fitur, akan memberi tahu petani melalui ponsel cerdas mereka saat risko meningkat di sawah, memberi informasi sehari-hari tentang penyakit dan tekanan hama serta prediksi cuaca.

3. Data terus dikumpulkan bahkan diakhir musim. Pemantau hasil yang mencatat fluktuasi menghasilkan peta hasil secara terperinci dari setiap sawah. 
Data ini kemudian bisa digunakan di musim depan untuk lebih mengoptimalkan penanaman.

wartakota.tribunnews.
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Aloysius Sunu D


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau