Generasi Milenial Harus Peka Kelola Sampah Plastik agar Tak Rusak Lingkungan

Lifestyle | DiLihat : 379 | Jumat, 09 Maret 2018 | 12:49
Generasi Milenial Harus Peka Kelola Sampah Plastik agar Tak Rusak Lingkungan

APAPUN jenis sampahnya seharusnya Anda pintar mendaur ulang agar tidak merusak bumi. Tapi kebiasaan ini belum cukup familiar di kalangan masyarakat dan kurang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jangankan mengelola sampah, di sekitar kita masih banyak orang suka buang sampah sembarangan. Meski sudah disediakan tiga jenis tempat sampah di banyak lokasi, seseorang masih belum terbiasa membuat sampah di tempat yang tepat. 

Padahal semua sampah bisa dikelola jadi benda yang bisa dipakai ulang. Misalnya yakni dari botol plastik atau kaleng, serta sampah organik yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.

Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan RI Rosa Vivien Ratnawati menyebutkan, Pada dasarnya ada 7 jenis plastik yang bisa didaur ulang. Seperti sampah botol plastik atau kaleng bisa dijadikan sebagai material barang berguna.

"Sebelum didaur ulang tentu sampahnya harus disortir lebih detail. Karena ada beberapa yang bisa di-recycle dan tidak, jadi terganggu material," ujarnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Umumnya, menurut Rosa, jenis sampah plastik dari botol minuman bisa didaur ulang menjadi ember, gayung, tas, hingga beberapa produk lain yang bisa dipakai. Beberapa bank sampah memanfaatkan hal itu agar tidak merusak lingkungan.

Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia Titie Sadarini menambahkan, sebenarnya tak hanya bank sampah yang bisa memanfaatkan peluang recycle sampah plastik, anak muda generasi milenial juga harus mempelajari kebiasaan itu. Dia mengajak agar anak muda mau berpartisipasi mengelola sampah, agar terpakai dengan baik.

"Kami menginspirasi perubahan perilaku kepada generasi muda Indonesia tentang pengelolaan sampah kemasan plastik. Sampah plastik dapat dikelola dan diproses menjadi tas multifungsi yang keren dan bernilai komersial," tambahnya.

Antusias generasi milenial sangat dibutuhkan agar mereka peduli dengan lingkungan. Sasaran utamanya yakni anak-anak sekolah dan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Data dari Kementerian LHK menyebutkan, sampah yang dibuang oleh masyarakat Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Menurut data BPS, tingkat perilaku memilah sampah di rumah tangga masih relatif rendah, yaitu 18,84%. Sementara perilaku orang tidak memilah sampah sebelum dibuang masih relatif tinggi, yaitu sekira 81,16%.

Dampaknya tentu akan merusak lingkungan bila tak dicegah. Karena itu, pemerintah selalu mengingatkan agar masyarakat bisa mengelola sampah dengan baik, serta jangan buang sembarangan agar tak berdampak untuk lingkungan sekitar. Sebab, sampah bisa mengganggu kesehatan dan memicu bencana alam, seperti banjir.

okezone



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau