Indonesia-Belanda kembangkan SMK pertanian

Ekonomi | DiLihat : 274 | Jumat, 09 Maret 2018 | 12:33
Indonesia-Belanda kembangkan SMK pertanian

Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Belanda bekerjasama dalam mengembangkan model Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian yakni di SMK Negeri 2 Subang, Jawa Barat dan SMK Negeri 5 Jember, Jawa Timur selama tiga tahun.

Kerja sama kedua negara tersebut ditandai dengan penandatanganan pengaturan teknis antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, di Jakarta, Kamis. Dua SMK yang kita siapkan satu di Subang dan satu di Jember, yang akan menjadi sekolah rujukan dan harus jadi.

Tidak ada lagi yang namanya persiapan kurang, program ini harus optimal," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad. Hamid menjelaskan Belanda merupakan negara pengekspor pertanian nomor dua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Menariknya, luas wilayah Belanda jauh lebih kecil dari Indonesia. Oleh karenanya, kata Hamid, kerja sama ini sangat penting.

"Hasil percontohan akan direplikasi kepada SMK bidang pertanian lainnya di Indonesia," tambah dia. Kolaborasi kedua negara tersebut meliputi penguatan kerja sama antara lembaga pemerintah, sekolah dan industri melalui program kerja bersama dan pengembangan "teaching factory".

Kedua, yakni pengembangan kurikulum, modul pembelajaran, dan standar kompetensi yang selaras dengan industri. Selanjutnya, pelatihan untuk guru dan tenaga kependidikan di industri, pelatihan keahlian lunak seperti kemampuan komunikasi dan sosial, program pelatihan guru dan tenaga kependidikan di Belanda, dan kegiatan pembelajaran di SMK oleh instruktur dari industri.

"Pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur SMK yang meliputi laboratorium dan "teaching factory", dan pembentukan tim manajemen sebagai pelaksana program." Sebelumnya, pada bulan November 2016 ditandatangani nota kesepahaman antara Kemdikbud,

Kementerian Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Kerajaan Belanda tentang Pengembangan Model Revitalisasi SMK Pertanian di Indonesia. Setelah penandatanganan nota kesepahaman pada bulan November 2016, para ahli dari kedua negara telah melakukan pengkajian untuk mengidentikasi program yang paling tepat untuk merevitalisasi SMK di bidang pertanian.

"Kedua negara meyakini bahwa pembangunan pada bidang pendidikan pelatihan kejuruan akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan penduduk di kedua negara," ujar Direktur Pembinaan SMK Kemdikbud, Bahrun. 

antaranews