Pestisida Nabati, Efektifkah Bagi Hama?

Inovasi Desa | DiLihat : 303 | Kamis, 08 Maret 2018 | 11:14
Pestisida Nabati, Efektifkah Bagi Hama?

Pestisida nabati merupakan ramuan pembasmi hama tanaman yang diolah menggunakan ekstrak bahan-bahan alam atau organik dimana senyawa yang ada pada bahan organik tersebut mampu membasmi keberadaan hama tanaman. Pestisida tersebut sangat ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia beracun yang dapat merusak lingkungan maupun makhluk hidup lainnya.Pestisida berbahan organik tersebut mulai diminati para petani seiring dengan mahalnya harga pestisida kimia buatan. Alasan lain yakni diberlakukannya aturan penggunaan pestisida kimiawi dengan kadar dosis tertentu oleh pemerintah guna menjaga lingkungan tetap alami dan hasil panen yang akan di konsumsi tidak terkontaminasi pestisida kimiawi.

Para ilmuwan dan peneliti tanaman dari berbagai negara terus mengembangkan dan mempopulerkan gerakan go-organik terutama negara dengan tingkat kontaminasi tanah akan pestisida dan radiasi nuklir yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan makhluk hidup. Jepang merupakan salah satunya negara yang membudidayakan tanaman organik dengan penggunaan pestisida nabati tersebut.

Namun yang menjadi permasalahan para petani adalah seberapa efektif penggunaan pestisida organik tersebut. Karena bahan baku merupakan bahan organik, oleh sebab itu ke rentanan tanaman terhadap hama atau serangga tanaman tidak bisa terjamin. Selain itu, petani membutuhkan waktu yang instant untuk membasmi serangga sedangkan penggunaan pestisida jenis organik tersebut cenderung lamban.

Kendati sudah menerapkan cara pembuatan pestisida organik dan mekanisme pembasmian serangga, akantetapi masih saja ada hama yang tertinggal bahkan menjadi lebih banyak dari sebelumnya yang justru lebih meresahkan para petani karena hasil panen akan menurun. Itulah kadang alasan mengapa petani tidak ingin repot menggunakan pestisida organik meskipun lebih murah dan ramah lingkungan.

Berbeda dengan pestisida kimia yang bisa langsung digunakan dan bekerja sangat optimal dalam membasmi hama tanaman karena memang komposisinya sebagian besar racun yang diperuntukkan untuk membunuh serangga. Tentu saja dari kedua jenis pestisida tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan yang akan menjadi pertimbangan antara para petani dan pemerhati lingkungan.

Positif-Negatif Penggunaan Pestisida Nabati (Alami)

Dilihat dari sisi positif memang penggunaan pestisida organik berbahan ekstrak tanaman alami tersebut memang sangat banyak. Salah satunya adalah tidak meninggalkan endapan atau residu pada tanah dan tanaman sehingga hasil panen tanaman yang diberi pestisida alami tersebut terjamin aman untuk di konsumsi. Berikut beberapa nilai positif penggunaan pestisida nabati.

1. Lebih ekonomis karena menggunakan bahan alami yang mudah didapat dengan nilai materi yang rendah.
2. Proses dan teknologi pembuatannya pun cukup murah dan mudah karena menggunakan peralatan teknologi sederhana dan seadanya.
3. Ramah lingkungan karena bahan organik yang mudah diserap tanah dan tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanah sehingga makhluk hidup lain seperti binatang ternak yang hidup di sekitar tanah bekas pestisida dibubuhi tidak akan terganggu.
4. Tidak berpotensi meninggalkan racun atau zat kimia dan tidak pada tanaman sehingga tanaman aman di konsumsi terutama oleh manusia.
5. Hasil panen tanaman dan buah yang diberi pestisida alami akan lebih sehat daripada tanaman yang diberi pestisida kimiawi.
6. Tidak menimbulkan kekebalan pada hama. Pestisida organik aman bagi ekosistem lingkungan.

Setelah mengetahui sisi positif dari penggunaan pestisida berbahan organik tersebut, haruslah pula diketahui risiko dan sisi negatifnya. Tidak hanya sekadar untuk memahami kelemahan pestisida nabati tersebut namun juga sebagai rujukan dalam mempertimbangkan sebaiknya menggunakan pestisida yang terjamin aman atau pestisida kimiawi yang keamanannya dipertanyakan.

1. Daya kerja yang cenderung lamban dan tidak optimal dalam membunuh serangga. Hasilnya tidak bisa dilihat dengan etimasi waktu yang relatif singkat.
2. Seringkali tidak membunuh langsung atau hanya mampu mengusir saja dan meninggalkan sisa-sisa serangga yang bahkan dapat berkembang biak menjadi lebih banyak yang justru meresahkan petani.
3. Mudah rusak karena bahan organik memang memiliki sifat yang rentan terhadap suhu lingkungan tertentu dan sinar matahari.
4. Tidak bisa disimpan dalam waktu lama, artinya harus digunakan langsung setelah proses pembuatan.
5. Penyemprotan atau pembubuhan pestisida perlu berulang kali agar lebih efektif sehingga dirasa tidak bersifat efisien terhadap waktu.

Itulah penjelasan singkat mengenai pestisida nabati. Untuk penjelasan mengenai cara membuat pestisida nabati yang ampuh mengendalikan hama secara efektif akan kami sajikan di artikel kami berikutnya.

mediatani