2.500 Desa Papua Akan Diterangi Energi Biomassa

Kabar Desa | DiLihat : 271 | Kamis, 01 Maret 2018 | 10:59
2.500 Desa Papua Akan Diterangi Energi Biomassa

JAKARTA - Sebanyak 2.500 desa di Papua segera diterangi melalui energi biomassa, energi surya, energi air, dan angin. Rencana ini menjadi bagian dari nota kesepahaman penanaman investasi A-Wing Group Jepang dengan PT Bintang Angkasa Berjaya di Jakarta, Rabu (28/2) malam.

Nota Kesepahaman ini ditandatangani Chairman A-Wing Group, Hirohide Nakamura dengan Direktur Utama PT Bintang Angkasa Berjaya, Fikar Rizky Mohamad. A-Wing Group Jepang antara lain bergerak dalam bidang energi terbarukan. Selain dengan A-Wing Group, kerja sama investasi juga melibatkan PT Syarfi Teknologi Finansial, perusahaan layanan berbasis syariah.

Presiden Direktur A-Wing Group Indonesia, Ananda Setiyo Ivvanto, yang hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut menyatakan, 2.500 desa yang akan dialiri listrik dari eneregi terbarukan itu bagian dari total 12.500 desa yang belum dialiri listrik. “Setiap desa dibangun satu pembangkit yang berasal dari biomassa, limbah organik yang ada di desa setempat,” ujar Ivvanto.

Usai penandatanganan nota kesepahaman, yang dihadiri pendiri ceknricek, Ilham Bintang, Hirohide Nakamura berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan. “Saya percaya dengan segera kita dapat meujudkan impian ini,” ujar Nakamura.

Fikar menyambut harapan Nakamura tersebut. Kerja sama ini, menurutnya, kerja sama investasi ini tidak saja bermanfaat bagi kedua pihak, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. “Itu merupakan pemulaan yang In Sya Allah bermanfaat bagi sebanyak-banyak orang,” ujarnya.

Kesepahaman investasi Bintang Angkasa Berjaya dengan A-Wing Group Jepang, tidak saja mencakup pembangkit listrik dengan energi terbarukan, tetapi juga e-commerce, yang melibatkan ceknricek.com dan Syarfi. “Produk-produk dari Jepang, yang diperlukan konsumen Indonesia, akan muncul di e-commerce ceknricek.com,” ujar Fikar, yang juga CEO Ceknricek.com.

PT Bintang Angkasa Berjaya sebelumnya bekerja sama dengan PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang merupakan pemilik patent dan produsen pesawat R80. Dalam kerja sama itu, Bintang Angkasa Berjaya diberimandat menjadi penyelenggara penggalangan dana dari para Diaspora Indonesia di seluruh dunia.

sindonews