Komitmen Kemenperin untuk Tingkatkan Nilai Tambah Karet Alam

Peluang Usaha | DiLihat : 320 | Senin, 26 Februari 2018 14:06
Komitmen Kemenperin untuk Tingkatkan Nilai Tambah Karet Alam

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk meningkatkan nilai tambah karet alam melalui hilirisasi. Sebab, hal itu dinilai memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku untuk berbagai sektor industri, termasuk mendukung sejumlah pembangunan proyek pemerintah.  

Dalam hal ini, dilakukan kegiatan penelitian dan pengembangan guna mendukung produksi industri karet dan turunannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand Industri) Palembang, salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Perindustrian.

“Baristand Industri Palembang merupakan binaan kami, di Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), untuk mendukung bisnis hilirisasi industri karet alam mengingat pasarnya yang cukup potensial,” kata Kepala BPPI Kemenperin, Ngakan Timur Antara melalui keterangan tertulis, Minggu (11/2). 

Ia mengatakan, pemerintah terus mendorong optimalisasi pemanfaatan karet alam karena selama ini penyerapannya didominasi oleh industri ban kendaraan. Pasalnya, produk ban dalam negeri merupakan salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia. Dari total produksi, 70 persennya ditujukan untuk pasar ekspor mencapai 1,5 miliar dolar AS per tahun.

Selain itu, kebutuhan karet alam di pasar domestik sekitar 600 ribu ton dari total produksi per tahun yang mencapai 3,3 juta ton. Maka, masih terdapat peluang besar menciptakan cabang-cabang industri baru seperti industri ban pesawat dan vulkanisir pesawat terbang yang dapat menyerap karet alam cukup banyak dan menghasilkan devisa nasional.

“Pemerintah memandang penting bahwa upaya untuk mengoptimalkan konsumsi karet alam di dalam negeri perlu dilakukan guna meningkatkan nilai tambah dari potensi sumber daya alam nasional,” ujar Ngakan.

Apalagi, ia menambahkan, adanya kebijakan untuk pembangunan tol laut juga menjadi kesempatan baik bagi industri pengolahan karet untuk menunjang kebutuhan pembagunan pelabuhan. Misalnya saja rubber dock fenderrubber floating fenderrubber bumper, dan sebagainya. 

Sejalan dengan itu, Baristand Industri Palembang melakukan kerja sama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin. Pasalnya, Provinsi Sumatera Selatan sebagai penghasil karet terbesar di Indonesia dengan luas lahan 845,16 hektare dan produksi mencapai 970,67 ribu ton per tahun.

“Bentuk langkah sinergi tersebut untuk memberikan pelatihan pembuatan produk karet bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dari tujuh kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin,” ungkap Ngakan.

pertanianku